Surabaya — Upaya untuk meningkatkan transparansi dan efisiensi dalam pengawasan Pemilihan Serentak 2024 terus diperkuat. Bawaslu Provinsi Jawa Timur merespons tantangan ini dengan meluncurkan Rumah Data, sebuah inovasi yang diharapkan mampu mendukung pengawasan pemilu secara lebih komprehensif dan terbuka. Peluncuran yang berlangsung di Surabaya ini dihadiri oleh 4.477 peserta dari seluruh penjuru Jawa Timur, termasuk jajaran Bawaslu Kabupaten Mojokerto.
Dipimpin oleh Ketua Bawaslu Kabupaten Mojokerto, Dody Faisal, delegasi dari Kabupaten Mojokerto terdiri dari anggota Panitia Pengawas Pemilu Kecamatan (Panwascam) dan kesekretariatan Panwascam. Kehadiran mereka dalam acara ini menandakan komitmen Bawaslu Kabupaten Mojokerto untuk memaksimalkan pengawasan pemilu dengan memanfaatkan teknologi dan sistem yang lebih canggih.
Rumah Data Bawaslu Provinsi Jawa Timur sendiri merupakan sistem yang telah berkembang pesat. Jika sebelumnya hanya digunakan untuk menyimpan Form A dan data-data dasar lainnya, kini Rumah Data mampu mengarsipkan hasil pengawasan dari hari pemungutan dan penghitungan suara, termasuk C-Hasil, kejadian khusus, daftar hadir, serta foto KTP elektronik Daftar Pemilih Khusus (DPK) yang ada di Tempat Pemungutan Suara (TPS).
Ketua Bawaslu Provinsi Jawa Timur, A Warits, dalam sambutannya menekankan pentingnya peran Rumah Data dalam pengawasan pemilu. “Rumah Data ini adalah pusat penyimpanan data penting seperti Form A, imbauan, saran perbaikan, laporan, temuan, rekomendasi, dan sengketa. Sistem ini juga akan terkoneksi dengan website Bawaslu se-Jawa Timur, sehingga publik dapat mengakses informasi mengenai kerja dan hasil pengawasan dari seluruh pengawas pemilu,” jelas Warits.
Dody Faisal, Ketua Bawaslu Kabupaten Mojokerto, juga menyampaikan antusiasmenya terhadap inovasi ini. “Kehadiran Rumah Data ini sangat signifikan untuk mempermudah kami dalam mengelola dan menyimpan data pengawasan secara sistematis. Ini merupakan langkah maju yang akan memperkuat integritas dan transparansi pemilu di Kabupaten Mojokerto,” ujarnya.

Tidak hanya Dody, Deni Mustopa, Koordinator Divisi Pengawasan, Pencegahan, dan Hubungan Antarlembaga (P2H) Bawaslu Kabupaten Mojokerto, juga menekankan pentingnya Rumah Data. Menurutnya, sistem ini akan membuat pengawasan pemilu menjadi lebih terbuka dan akuntabel.
“Publik dapat memantau perkembangan pengawasan secara langsung melalui website Bawaslu, yang tentunya akan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap kualitas Pemilihan Serentak 2024,” ungkap Deni.
Dengan pengembangan yang dilakukan, Rumah Data kini mampu mengumpulkan ratusan ribu hasil pengawasan dari seluruh daerah di Jawa Timur. Data-data tersebut tidak hanya akan disimpan, tetapi juga dianalisis untuk memastikan bahwa setiap tahapan pemilu berjalan sesuai dengan aturan yang berlaku.
“Keberadaan Rumah Data ini menjadi bukti nyata bahwa pengawasan pemilu di Jawa Timur terus berinovasi untuk menjamin proses pemilihan yang lebih transparan, jujur, dan adil,” tutupnya.
