Balikpapan – Dalam upaya meningkatkan kualitas perencanaan dan penganggaran yang responsif gender, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mengadakan pelatihan intensif bagi peserta dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kutai Timur. Pelatihan yang difasilitasi oleh DP3A Kutim ini diselenggarakan atas kerjasama dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (DKP3A) Provinsi Kalimantan Timur dan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Provinsi Kalimantan Timur. Kegiatan berlangsung di Hotel Grand Senyiur, Balikpapan, dari tanggal 16 hingga 18 Juli 2024.
Perencanaan yang Inklusif
Kepala DP3A Kutim, Idham Cholid, menjelaskan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari upaya untuk mengintegrasikan perspektif gender dalam perencanaan dan penganggaran di seluruh perangkat daerah di Kutai Timur.
“Kegiatan Bimbingan Teknis Perencanaan dan Penganggaran yang Responsif Gender (Bimtek PPRG) ini bertujuan untuk melatih semua perangkat daerah bagaimana membuat perencanaan dan penganggaran yang responsif gender dan implementasinya. Semua OPD harus ikut serta dan bertanggung jawab dalam percepatan pelaksanaan Pengarusutamaan Gender (PUG) di Kutim,” ujar Idham.
Idham menekankan pentingnya setiap OPD menunjukkan Kerangka Acuan Kerja (KAK) yang responsif gender sesuai dengan karakteristik dan tugas pokok fungsi (Tusi) masing-masing. Hal ini, menurutnya, akan memastikan bahwa semua kegiatan yang direncanakan dapat menjawab kebutuhan dan permasalahan yang dihadapi oleh semua kelompok, baik laki-laki maupun perempuan.
Pelatihan yang Mendalam dan Teknis
Selama tiga hari pelatihan, para peserta mendapatkan materi mendalam tentang bagaimana menyusun perencanaan dan anggaran yang responsif gender. Mereka dilatih oleh para ahli dan praktisi yang berpengalaman di bidang ini. Peserta diajarkan untuk mengenali isu-isu gender yang mungkin timbul dalam program dan kegiatan mereka, serta bagaimana menyusun anggaran yang mampu menjawab kebutuhan tersebut secara efektif.
Dina Frihandini, Kepala Bidang Peningkatan Kualitas Hidup Perempuan (Kabid PKHP) DP3A Kutim, yang memfasilitasi peserta pelatihan diklat PPRG dari Kutim kebeberapa sebanyak 50 orang. Dari 21 OPD yang hadir dengan pendamping operatornya masing-masing 1 orang.
“Kami memberikan panduan praktis dan contoh-contoh nyata tentang bagaimana setiap OPD dapat menerapkan prinsip-prinsip gender dalam perencanaan dan penganggaran mereka. Hal ini tidak hanya penting untuk mencapai kesetaraan gender, tetapi juga untuk memastikan bahwa program yang dilaksanakan benar-benar efektif dan inklusif,” jelas Dina.
Komitmen dan Harapan
Dengan pelatihan ini, DP3A Kutim berharap dapat mendorong percepatan pelaksanaan PUG di seluruh sektor pemerintahan daerah. Idham Cholid menegaskan komitmen mereka untuk terus mendukung dan memfasilitasi upaya-upaya serupa di masa mendatang.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap OPD di Kutai Timur memiliki kemampuan dan komitmen yang kuat untuk menerapkan perencanaan dan penganggaran yang responsif gender. Ini adalah langkah penting untuk mencapai pembangunan yang berkelanjutan dan inklusif di daerah kita,” pungkas Idham.
Pelatihan ini bukan hanya tentang memberikan pengetahuan, tetapi juga membangun kesadaran dan komitmen bersama untuk mewujudkan kesetaraan gender dalam setiap aspek pembangunan. Dengan demikian, Kutai Timur dapat menjadi contoh daerah yang berhasil mengintegrasikan prinsip-prinsip gender dalam setiap kebijakan dan programnya, menuju masyarakat yang lebih adil dan sejahtera bagi semua.
