Lumajang – Gunung Semeru, yang terletak di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, mengalami beberapa kali erupsi dengan tinggi letusan antara 600 hingga 800 meter di atas puncak pada Senin (8/7/2024) pagi. Erupsi pertama tercatat pada pukul 00.35 WIB, namun letusan tidak dapat diamati secara visual karena tertutup kabut.
Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Ghufron Alwi, melaporkan bahwa erupsi berikutnya terjadi pada pukul 01.17 WIB dan kembali pada pukul 01.48 WIB, di mana kolom abu mencapai 600 meter di atas puncak, atau sekitar 4.276 meter di atas permukaan laut.
“Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah utara dan barat laut,” jelasnya.
Erupsi lainnya tercatat pada pukul 02.56 WIB, 04.03 WIB, 04.30 WIB, 05.44 WIB, dan 07.50 WIB. Erupsi-erupsi ini menghasilkan kolom abu yang mencapai ketinggian 700 hingga 800 meter dengan arah ke utara dan timur laut. Total, Gunung Semeru tercatat mengalami delapan kali erupsi hingga pukul 09.00 WIB.
Rekomendasi dan Tindakan PVMBG
Meskipun erupsi berlangsung cukup intens, aktivitas warga di lereng Gunung Semeru tetap berjalan normal. Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Hendra Gunawan, menyatakan bahwa pihaknya terus melakukan evaluasi aktivitas gunung dan mempertahankan status Level III atau Siaga.
PVMBG merekomendasikan masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak. Selain itu, warga diimbau untuk menjauh dari jarak 500 meter dari tepi sungai pada sepanjang Besuk Kobokan untuk menghindari potensi awan panas dan aliran lahar hingga 17 kilometer dari puncak.
Aktivitas dalam radius lima kilometer dari kawah Gunung Semeru juga dilarang karena berbahaya terhadap lontaran batu pijar.
Kewaspadaan Terhadap Bahaya Alam
Masyarakat di sekitar Gunung Semeru juga diminta mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan aliran lahar di sepanjang aliran sungai atau lembah yang berhulu di puncak gunung. Itu terutama di sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat.
Potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan juga perlu diwaspadai.
