Sangatta – Pada Selasa (2/7/2024), Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kutai Timur (Kutim) melanjutkan rangkaian monitoring dan evaluasi (Monev) di Kecamatan Muara Ancalong. Kegiatan ini berlangsung di Gedung PNPM Desa Kelinjau Ulu, dihadiri oleh 65 peserta yang terdiri dari Penyuluh Keluarga Berencana (PKB), Kader Kampung Keluarga Berkualitas (KKB), serta kader dan sub Pembantu Pembina Keluarga Berencana Desa (PPKBD) dari sembilan desa.
Kepala DPPKB Achmad Junaidi B. menyatakan tujuan kunjungannya adalah untuk melihat langsung kondisi anak-anak yang berisiko stunting. Dengan melibatkan pihak Puskesmas, Tim Posyandu, penyuluh, kader, aparat kecamatan dan desa, serta tim Penggerak PKK dan Darmawanita, mereka berharap dapat memberikan penanganan yang tepat.
“Mari kita lihat fakta lapangan dan data yang riil. Sangat penting bagi tim untuk bekerja menyajikan laporan yang akurat untuk disampaikan ke kabupaten, sehingga program yang dirancang benar-benar tepat sasaran,” ujar Achmad.
Dalam arahannya, Achmad menekankan pentingnya pelayanan yang proaktif berdasarkan data by name by address yang terekam di aplikasi SKI dan Dinas Kesehatan. “Pelayanan kepada masyarakat harus jemput bola. Masyarakat harus merasa diperhatikan dan paham dengan kebijakan yang dijalankan,” tambahnya.
Achmad juga menyoroti pentingnya akurasi dalam pengukuran dan penimbangan anak. “Kita harus mempertimbangkan fakta lapangan, misalnya genetik orang tua atau penyakit turunan seperti paru-paru. Penanganan harus lebih dari sekadar pemberian makanan tambahan (PMT); konsultasi dengan puskesmas diperlukan,” jelasnya.
Ketua TP-PKK Kabupaten, Siti Robiah, dan Ketua Darmawanita Persatuan Kabupaten, Lisna Warty, bersama dengan tim, melakukan peninjauan langsung terhadap beberapa anak yang berisiko stunting di Kecamatan Muara Ancalong. Mereka memberikan edukasi kepada orang tua tentang pentingnya gizi dan kesehatan anak serta memberikan bantuan gizi.
Siti Robiah juga memberikan dukungan biaya transportasi bagi anak yang membutuhkan rujukan ke rumah sakit spesialis di Samarinda. “Kami akan membantu biaya transportasi untuk anak yang harus dirujuk,” tegasnya.
Achmad Junaidi menambahkan bahwa sekitar 42 anak di wilayah Muara Ancalong akan difasilitasi pemenuhan PMT dengan sistem bapak asuh dan kerjasama dengan BAZNAS. “Insya Allah, tim jemput bola akan kembali mengunjungi warga untuk memastikan program PMT berjalan lancar,” ujarnya.
Sebagai penutup, Achmad mengundang Ustad H Abdillah dari Samarinda untuk memimpin doa bersama, memohon keselamatan dan kesehatan bagi seluruh warga.
Dengan upaya sinergi dari berbagai pihak, diharapkan penanganan stunting di Kecamatan Muara Ancalong dapat berjalan efektif dan berkelanjutan, membawa perubahan nyata bagi kesehatan anak-anak di wilayah tersebut.
