Sangatta – Pemkab Kutim terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan, menempatkan perhatian khusus pada peran guru Bimbingan dan Konseling (BK). Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutim, Mulyono, dalam wawancaranya pada Senin (10/6/2024) mengungkapkan bahwa terdapat 96 guru BK di seluruh wilayah Kutim.
“Jumlah ini cukup signifikan untuk memastikan bahwa setiap sekolah memiliki tenaga BK yang mampu membantu siswa dalam berbagai aspek, baik akademik maupun personal,” ungkap Mulyono di ruang kerjanya.
Disdikbud Kutim tidak hanya berhenti pada jumlah. Tetapi juga terus melakukan peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) para guru. Berbagai upaya dilakukan, seperti bimbingan teknis (bimtek) dan pelatihan rutin untuk guru BK. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa para guru selalu mendapatkan pembaruan ilmu dan metode pengajaran terbaru.
Selain itu, semua sekolah di Kutai Timur memiliki guru BK yang juga bertugas menangani siswa berkebutuhan khusus.
“Setiap SD dan SMP di Kutim menerapkan konsep sekolah inklusi, di mana siswa berkebutuhan khusus mendapatkan perhatian yang sama dan bisa belajar bersama dengan siswa lainnya,” jelas Mulyono.
Upaya pemerintah kabupaten tidak berhenti pada peningkatan kemampuan guru BK saja. Pemkab Kutim juga memberikan beasiswa khusus kepada guru yang menangani siswa inklusi atau berkebutuhan khusus. Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi mereka dalam mengajar dan memberikan dukungan kepada siswa inklusi.
“Kami ingin memastikan bahwa guru yang menangani siswa berkebutuhan khusus mendapatkan dukungan yang memadai, baik dalam bentuk pelatihan maupun beasiswa. Hal ini sangat penting agar mereka dapat memberikan layanan pendidikan terbaik bagi seluruh siswa,” tambah Mulyono.
Dengan adanya program-program ini, semoga kualitas pendidikan di Kutai Timur akan semakin meningkat. Para guru BK tak hanya mampu membantu siswa dalam mengatasi masalah pribadi dan akademik, tetapi juga siap untuk mendukung siswa berkebutuhan khusus agar dapat meraih potensi terbaik mereka.
“Kami sangat berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan di Kutim. Melalui peningkatan SDM guru dan perhatian khusus pada pendidikan inklusi, kami berharap dapat menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan mendukung semua siswa tanpa terkecuali,” pungkas Mulyono.
