Sangatta – Pemkab Kutai Timur (Kutim) menggelar acara peringatan Hari Keanekaragaman Hayati Sedunia pada 22 Mei 2024. Acara yang diadakan di Ruang Meranti, Kantor Bupati Kutim ini dihadiri oleh berbagai kalangan, termasuk peserta lomba dari berbagai kecamatan.
Arif Nur Wahyuni, Kabag SDA Setkab Kutim, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan menumbuhkan rasa cinta terhadap lingkungan. “Kewajiban kita adalah menjaga bumi dan lingkungan kita. Oleh karena itu, tema acara kali ini adalah ‘Save Our Forest’,” ujarnya.
Acara ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga diisi dengan lomba pembuatan video yang telah digelar sejak Maret 2024. Lomba ini bertujuan untuk memberikan ide-ide terbaik dalam rangka konservasi dan menumbuhkan kecintaan terhadap keanekaragaman hayati. Peserta lomba berasal dari berbagai kecamatan seperti Sangatta Utara, Rantau Pulung, Telen, Wahau, Sangkulirang, dan Muara Bengkal.
Dalam lomba video tersebut, juara pertama diraih oleh SMA Prima YPPSB Three dengan judul “Explorer”, juara kedua oleh SMAN 1 Muara Wahau dengan judul “Emnug”, dan juara ketiga oleh SMK N Muara Bengkal dengan judul “Pecinta Hutan Tropis”.
Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, dalam sambutannya menegaskan pentingnya menjaga hutan-hutan di wilayah Kutai Timur, termasuk Taman Nasional Kutai (TNK) dan hutan lindung di kecamatan Kombeng, Muara Wahau, dan daerah lainnya.
“Selamatkan hutan kita. Kawasan TNK yang awalnya berstatus sebagai Hutan Persediaan dengan luas 2.000.000 ha berdasarkan Surat Keputusan Pemerintah Hindia Belanda Nomor: 3843/AZ/1934, kemudian ditetapkan sebagai Suaka Margasatwa Kutai oleh Pemerintah Kerajaan Kutai melalui SK Nomor: 80/22-ZB/1936 dengan luas 306.000 ha,” ujar Bupati Ardiansyah.
TN Kutai membentang di sepanjang garis khatulistiwa dari pantai Selat Makassar menuju daratan sejauh kurang lebih 65 km. Kawasan ini dibatasi oleh Sungai Sangatta di utara, Hutan Lindung Bontang dan HTI PT Surya Hutani Jaya di selatan, serta ex HPH PT Kiani Lestari dan HTI PT Surya Hutani Jaya di barat.
“Secara geografis, TN Kutai memiliki luas 198.629 ha yang tersebar di Kabupaten Kutai Timur (± 80%), Kabupaten Kutai Kartanegara ( ±17,48%), dan Kota Bontang (±2,52%),” terangnya.
Berdasarkan hasil pengolahan citra radar tahun 2005, topografi TN Kutai sebagian besar datar (92%) dengan bagian tengah yang bergelombang hingga berbukit (8%). Tingkat ketinggian kawasan bervariasi antara 0 – 250 m dpl, dengan kelas ketinggian antara 0 – 100 m dpl yang tersebar di bagian timur dan barat kawasan (61%), sementara bagian tengah kawasan memiliki ketinggian antara 100 – 250 m dpl (39%).
“Saya berpesan agar masyarakat terutama anak muda terus menjaga melestarikan hutan yang kita miliki,” tandasnya.
Acara ini menjadi momentum penting untuk mengingatkan kembali masyarakat akan pentingnya menjaga keanekaragaman hayati dan lingkungan hidup, serta peran aktif dalam upaya pelestarian alam di Kutai Timur.
