Sangatta – Menjelang Pilkada serentak yang akan berlangsung pada 27 November mendatang, masyarakat diimbau untuk berhati-hati terhadap berita bohong (hoaks) dan konten negatif lainnya yang kerap muncul. Kepala Dinas Kominfo Staper Kutim, Ronny Bonnar Hamonangan Siburian, mengingatkan pentingnya verifikasi informasi untuk menghindari provokasi.
“Kita harus memastikan keaslian informasi yang agar tidak mudah tersulut oleh hoaks. Situasi saat ini sebagian orang akan mudah terprovokasi,” ujar Ronny usai upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional 2024 di Lapangan Kantor Bupati Kutai Timur, Senin (20/5/2024).
Menurut Ronny, sikap hati-hati terhadap informasi tidak hanya penting bagi masyarakat dewasa, tetapi juga bagi pemuda. “Sebagai orang tua, kita juga harus memantau penggunaan media sosial anak-anak kita,” lanjutnya.
Ronny menjelaskan bahwa masyarakat yang kerap terprovokasi oleh hoaks biasanya adalah mereka yang jarang mengonsumsi berita dari sumber terpercaya. Oleh karena itu, literasi digital menjadi kunci untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap informasi yang mereka terima.
“Jangan sampai kita terpecah belah hanya karena hoaks. Banyak membaca atau mencari informasi bisa menghindarkan kita dari perpecahan semacam itu,” ungkap Ronny.
Untuk membantu masyarakat membedakan antara hoaks dan berita yang benar, Ronny memberikan beberapa langkah praktis.
“Biasanya berita hoaks memiliki judul provokatif dan berasal dari situs yang kurang familiar. Setelah mengidentifikasi dua hal tersebut, kita bisa mengecek keaslian foto dan mencari berita yang sama di situs lain,” jelasnya.
Ronny juga mengimbau masyarakat untuk aktif mengikuti diskusi atau media anti-hoaks guna terhindar dari informasi palsu dan konten negatif lainnya. Langkah-langkah ini semoga dapat membantu menjaga persatuan dan ketenangan menjelang Pilkada 2024.
Dengan semakin dekatnya pelaksanaan Pilkada serentak, penting bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan literasi digital agar terhindar dari informasi yang dapat memecah belah. Pemerintah dan berbagai pihak terkait terus berupaya memberikan edukasi dan sosialisasi demi terciptanya lingkungan informasi yang sehat dan kondusif.
