Jombang – Ketua KPU Jombang Abdul Wadud Burhan Abadi secara resmi membuka Training of Trainers (TOT) fasilitator dalam bimbingan teknis kelompok penyelenggara pemungutan suara untuk Pemilu tahun 2024 PPK dan PPS se Kabupaten Jombang. Acara ini berlangsung selama dua hari, tepatnya pada 22-23 Januari 2024, di Hotel Yusro Jombang.
Pada hari pertama, fokus TOT Bimtek ini adalah lima kecamatan, yaitu Kecamatan Wonosalam, Peterongan, Jogoroto, Diwek, dan Mengaluh. Ketua KPU Jombang menekankan pentingnya peran KPPS sebagai ujung tombak dalam menjaga integritas dan kesuksesan pemilu.
“Pengelolaan logistik sangat menentukan, tanpa logistik pemilu tidak akan berjalan. KPPS menjadi ujung tombak memiliki peran yang sangat strategis terkait kesuksesan pemilu 2024,” ungkap Burhan dalam sambutannya, Senin (22/1/2023).
Burhan juga mengingatkan bahwa pemilu 2024 tinggal 22 hari lagi. Oleh karena itu, penyelenggara harus memastikan bekerja dengan baik dan cukup mengetahui tentang pemilu 2024.
“Waktu kita tidak banyak, yakni tinggal 22 hari lagi,” terangnya.
Dalam pelatihan ini, para peserta akan mendapatkan materi tentang pengelolaan logistik, kedudukan, evaluasi, pengambilan tugas KPPS, kode etik dan kode perilaku KPPS, persiapan pemungutan dan perhitungan suara, serta penanganan KPPS yang mengundurkan diri pada hari H.
“KPPS harus memahami kedudukan, tugas dan fungsi. Selain itu, dapat melaksanakan kode etik dan kode perilaku. Mampu melakukan persiapan pemungutan dan perhitungan suara,” tegas Burhan.
Materi lainnya yang akan disampaikan dalam pelatihan tersebut adalah tentang TPS khusus, pemungutan lanjutan, dan pemungutan suara ulang.Burhan berharap, pelatihan ini dapat meningkatkan kompetensi para KPPS untuk melaksanakan tugasnya dengan baik dan profesional.
“Semoga pelatihan ini dapat menghasilkan KPPS yang kompeten dan profesional, sehingga pemilu 2024 dapat berjalan dengan lancar dan sukses,” harap Burhan.
