Mojokerto – Penjabat (Pj) Wali Kota Mojokerto, Moh. Ali Kuncoro, memimpin rapat strategis di Pendopo Sabha Kridatama, Sabtu (23/12/2023).
Dalam pertemuan tersebut, Mas Pj Wali mengumpulkan seluruh camat, lurah, dan OPD terkait untuk mengantisipasi potensi kerawanan di Kota Mojokerto.Ali Kuncoro, yang menganggap camat dan lurah sebagai panglima terdepan, menekankan pentingnya keluyuran ke warga daripada hanya berada di kantor.
Dalam sambutannya, ia meminta agar kejadian luar biasa dilaporkan dengan cepat, menekankan respons yang lebih cepat dalam penanganan masalah.
“Saya sampaikan ini tugas negara, siapa yang tidak sanggup pasti akan saya evaluasi,” tegas Ali Kuncoro, menekankan kinerja sebagai abdi negara dan pelayan masyarakat.
Ia juga menginstruksikan pembuatan grup bagi camat dan lurah guna memudahkan koordinasi serta pelaporan kejadian luar biasa di wilayah masing-masing.
“Masukkan saya sama pak Sekda ke dalam grup camat dan lurah, seluruh kejadian luar biasa laporkan,” ucapnya.
Tidak hanya fokus pada keamanan, Ali Kuncoro juga mengingatkan pentingnya pengawasan harga sembako, khususnya beras dan cabai.
“Nataru pasti akan ada lonjakan kenaikan harga, PR terberat adalah kenaikan harga cabai, ini memang penyakit tahunan juga,” tambahnya.
Dalam penutupan arahannya, Pj Wali Kota meminta kewaspadaan terhadap pelaksanaan Pemilu 2024. Ia mendorong komunikasi yang masif dengan KPU, Bawaslu, dan Kecamatan, serta seringnya interaksi bersama masyarakat.
“Jalin komunikasi, sinergi, kolaborasi yang bagus,” pungkasnya, sambil menawarkan tambahan uang makan bagi camat dan lurah yang terlibat.
Rapat tersebut dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kota Mojokerto, Gaguk Tri Prasetyo, dan Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Mojokerto, Heryana Dodik Murtono.
