Samarinda – Sri Wahyuni, Sekretaris Daerah Provinsi Kaltim, memberikan peringatan kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk dengan sungguh-sungguh menjaga penghargaan Satyalancana Karya Satya yang mereka terima.
Sri menyoroti pentingnya agar prestasi yang diakui dalam bentuk Satyalancana Karya Satya tidak tercemar oleh tindakan tidak pantas dari para Aparatur Sipil Negara (ASN). Hal ini bertujuan untuk mencegah kerusakan pada dedikasi dan pengabdian yang telah dibangun dengan tekun selama bertahun-tahun.
Oleh karena itu, ASN perlu berwaspada terhadap segala godaan yang dapat memunculkan keinginan untuk melanggar peraturan.
“Jangan sampai menodai perjuangan pengabdian yang sudah dibangun bertahun- tahun,” ucapan Sri pada Penganugerahan Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya XXX, XX dan X dalam rangka HUT Korps Pegawai RI ke 52, di Ruang Ruhui Rahayu, Kantor Gubernur Kaltim, Rabu (29/11/2023).
Menurut pandangan Sri, penganugerahan penghargaan seharusnya menjadi pertimbangan penting ketika menghadapi godaan untuk melanggar koridor yang telah ditetapkan.
“Kita akan meninggalkan jejak cerita, tentu kita akan memilih jejak mana yang ingin ditinggalkan di tempat tugas dimana pun berada, kepada pimpinan, bawahan masyarakat dan keluarga,” tuturnya.
Selanjutnya, Sri menyatakan bahwa masyarakat seharusnya melihat Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai contoh yang patut diikuti, bukan hanya sebagai penerima penghargaan Satyalancana semata.
Tak hanya itu, Sri juga mengajak ASN untuk mengekspresikan hak pilihnya secara netral, tanpa terlibat dalam kampanye, menghindari ajakan kepada pihak lain, serta tidak ikut serta dalam kegiatan kampanye.
Sri menegaskan pentingnya Aparatur Sipil Negara (ASN) berhati-hati dalam memberikan komentar di media sosial, dan ia memperingatkan agar mereka tidak dianjurkan memberikan tanggapan “like” terhadap calon presiden dan calon wakil presiden.
