Kutim – Penghargaan Kalpataru untuk Habitat Buaya Badas dan Bekantan pada tahun 2023, yang berhasil diraih oleh tim Kalpataru Kutai Timur. Tahun depan, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kutai Timur (Kutim), Kalimantan Timur (Kaltim) mengusulkan lima titik.
“Alhamdulillah habitat buaya badas dan bekantan berhasil meraih kalpataru 2023. tahun depan kami mengusulkan lima titik,” ungkap kepala DLH Armin Nazar, Selasa (21/11/2023).
“Lima tempat yang kita usulkan, akan kami kawal sampai ke Kementrian. Mudah-mudahan ini bisa masuk nominasi,” katanya.
Di antara lima usulan tersebut, terdapat satu yang cukup unik, yaitu karang di Pulau Miang yang berada di bawah laut. “Kita coba usulkan, mudah-mudahan masuk dalam nominasi Kalpataru yang akan datang,” harapnya.
Armin Nazar juga menekankan bahwa keikutsertaan Pramuka sebagai binaan Saka Kalpataru menunjukkan komitmen bersama untuk menjaga keberlanjutan lingkungan. “Kita ada binaan Saka Kalpataru, terdiri dari personil DLH sendiri dan binaan dari Pramuka Kutai Timur yang turut bergabung. Dua minggu yang lalu, mereka aktif berpartisipasi dalam kegiatan di Kalimantan Selatan. Kita mengutus Kalpataru dari Pramuka Kutim,” ujarnya.
Menurutnya, fokus DLH tidak hanya mendukung kegiatan luar Saka Kalpataru, tetapi juga memberikan dukungan dalam bentuk transportasi. “Biasanya kita hanya membackup kegiatan-kegiatan yang ada di luar, kita bantu transportnya,” tambahnya.
Prestasi Kutai Timur dalam bidang lingkungan terus berlanjut, dengan harapan bahwa usulan mereka untuk Kalpataru 2024 akan memberikan dampak positif yang lebih besar bagi keberlanjutan lingkungan di Kutim. Komitmen daerah ini terhadap pelestarian alam menjadi salah satu tonggak utama dalam menjaga keindahan dan keberagaman ekosistem di wilayahnya.
