Bandung – Sejumlah Santri pesantren pramuka Nurrahman Tasikmalaya melakukan kunjungan observasi ke pengelolaan sampah di Kota Bandung. Para santri tersebut akan tinggal di Bandung selama lima hari pada 21-25 Desember 2021. Hal itu disampaikan pemimpin rombongan Muhammad Yusuf.
“Kami bersama enam santri lain mendapat tugas belajar tentang pengelolaan sampah ke sekitar Kota Bandung,” ungkap Yusuf saat dihubungi GOnews.id melalui aplikasi Whatsapp, Selasa (21/12/2021).
Menurut Yusuf, Selama di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung santri akan belajar selama dua hari pada tanggal 21-22 Desember 2021.
“Untuk hari pertama, santri akan mempelajari ekobrik dan hari kedua santri akan belajar pengelolaan sampah organik, ” beber Yusuf.
Menurut Yusuf selama di DLH Kota Bandung, para santri akan menginap di Hotel.
Selanjutnya, para santri akan berkunjung Ke studio ITB, masjid Salman ITB, dan masjid UPI.
“Lalu kami akan ber i’tikaf di Masjid Darut Tauhid (DT) Bandung selama 2 hari pada 23-25 Desember 2021. Kami akan belajar mengelola sampah di Masjid DT Bandung,” bebernya.
Dari Tasikmalaya, program belajar ini diikuti oleh 8 (delapan) orang. 3 (tiga) orang putra dan 3 (tiga) orang putri serta 2 orang pendamping.
Santri lain, Astri Nurfianti sangat bersyukur bisa mengikuti acara ke Bandung. Bisa mengikuti pelatihan pengolahan sampah yang menjadikannya mengetahui cara memilah dan mengolah sampah.
“Ilmu yang kami dapat nantinya akan dijadikan sistem pengolahan sampah di pesantren Nurrahman Insya Allah,” tutur Astri saat dihubungi GOnews .id.
Berikut daftar santri putra Pesantren Pramuka Nurrahman yang mengikuti kunjungan observasi ke Bandung bertindak sebagai pemimpin rombongan, Muhammad Yusuf. Selanjutnya Muhammad Rusdi dan Richard Abdulloh Mundzir.
Santri putri Pesantren Pramuka Nurrahman adalah
Silva Marotu Soleha, lalu
Astri Nurfianti Suherman dan Wulandari Santri putri.
Sedangkan Pengasuh pendamping adalah Ahmad Junjunan
dan Iwan A Koswandi.
