NTB – Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Provinsi Kalimantan Timur bersama instansi terkait telah melaksanakan kegiatan Benchmarking Study ke Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) pada tanggal 14-17 November 2023.
Kegiatan ini bertujuan untuk mempelajari dan meninjau secara langsung program-program peternakan dan kesehatan hewan yang telah dilaksanakan di NTB. Hal ini dilakukan dalam rangka mendukung program ketahanan pangan, peningkatan nilai tambah dan daya saing produk peternakan, serta peningkatan akses pembiayaan.
Kunjungan pertama dilakukan ke Dinas Peternakan & Kesehatan Hewan Provinsi NTB. Dalam kunjungan tersebut, Kepala DPKH Provinsi Kaltim, Bapak Fahmi Himawan S.T, M.T. beserta rombongan diterima oleh Kepala Disnak Keswan NTB Bapak M. Riadi, S.P., M.Ec Dev, beserta jajaran.
Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak membahas berbagai hal terkait peternakan dan kesehatan hewan, antara lain:
- Kerjasama dalam penyediaan bibit ternak sapi
- Pengembangan pakan ternak
- Peningkatan kualitas produk peternakan
- Peningkatan pencegahan dan pengendalian penyakit hewan
Provinsi Kaltim berharap Provinsi NTB dapat melakukan penambahan kuota jumlah sapi, ditunjang oleh program pengembangan bibit ternak di wilayah Kaltim tahun 2024. Hal ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan daging sapi di Provinsi Kaltim yang terus meningkat.
Kunjungan dilanjutkan ke Kantor Bupati Lombok Timur. Dalam kunjungan tersebut, Kepala DPKH Provinsi Kaltim beserta rombongan disambut oleh Bupati Lombok Timur yang diwakili oleh Asisten II Bapak Ahmad Masfu, Se. MM.
Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak membahas berbagai hal terkait pembiayaan usaha ternak. Pembiaayaan usaha ternak diharapkan dapat membantu kesejahteraan peternak di Provinsi Kaltim.
Dilakukan pula kunjungan lapangan ke Puskeswan Lombok Timur, Desa Korporasi Wanasaba, dan Pencucian Sarang Burung Walet (CV Ading Walet Albuntaran) di Kampung Walet 99.
Pada kunjungan lapangan tersebut, rombongan melihat secara langsung berbagai program peternakan dan kesehatan hewan yang telah dilaksanakan di NTB. Antara lain, program pengembangan bibit ternak sapi, program penggemukan sapi, program pengembangan pakan ternak, program pencegahan dan pengendalian penyakit hewan, serta program pengembangan sarang burung walet.
Kepala DPKH Provinsi Kaltim, Bapak Fahmi Himawan S.T, M.T., mengatakan bahwa kegiatan Benchmarking Study ini sangat bermanfaat bagi Provinsi Kaltim.
“Kami mendapatkan banyak informasi dan pengetahuan baru terkait program-program peternakan dan kesehatan hewan yang telah dilaksanakan di NTB,” katanya.
“Kami akan mengimplementasikan informasi dan pengetahuan tersebut di Provinsi Kaltim untuk mendukung program ketahanan pangan dan peningkatan nilai tambah dan daya saing produk peternakan,” imbuhnya.
Kegiatan Benchmarking Study ini diharapkan dapat meningkatkan kerjasama antara Provinsi Kalimantan Timur dan Provinsi Nusa Tenggara Barat dalam bidang peternakan dan kesehatan hewan.
