Samarinda – Desa-desa di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) berkomitmen mewujudkan ketahanan pangan. Komitmen tersebut diwujudkan dengan pembangunan sarana dan prasarana (sapras) ketahanan pangan melalui Program Padat Karya Tunai Desa (PKTD).
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Kaltim Anwar Sanusi mengatakan, hingga Oktober 2023, semua desa di Kaltim telah membangun 176 sapras ketahanan pangan. Pembangunan sapras tersebut menghabiskan anggaran Rp1,45 miliar.
“Semua desa di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) hingga Oktober 2023 telah membangun 176 sarana dan prasarana (sapras) ketahanan pangan, demi kemandirian pangan,” ujar Anwar Sanusi, Selasa (7/11/2023).
“Dari angka tersebut, upah tunai total yang diterima pekerja senilai Rp937,47 juta. Jumlah warga yang terlibat dalam PKTD mencapai 6.410 orang, terdiri dari 3.480 pekerja laki-laki dan 2.930 pekerja perempuan,” imbuhnya.
Salah satu sapras ketahanan pangan yang dibangun adalah irigasi lahan pertanian. Pembangunan irigasi ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas pertanian.
“Dengan adanya irigasi yang memadai, petani bisa menanam padi sepanjang tahun. Ini akan meningkatkan produksi pangan di Kaltim,” kata Anwar Sanusi.
Selain irigasi, PKTD juga membangun sapras lain, seperti jalan pertanian dan perkebunan, wisata desa, serta jalan akses sektor perikanan.
Pembangunan sapras ini memiliki dampak positif bagi perekonomian desa. Dalam jangka pendek, pembangunan sapras ini memberikan lapangan kerja bagi warga desa. Dalam jangka panjang, pembangunan sapras ini akan meningkatkan produktivitas pertanian dan perikanan.
“Dengan meningkatnya produktivitas pertanian dan perikanan, desa akan menjadi lebih mandiri secara ekonomi,” kata Anwar Sanusi.
PKTD merupakan program yang sangat bermanfaat bagi desa. Selain untuk membangun ketahanan pangan, PKTD juga memberikan manfaat lain, seperti:
Meningkatkan perekonomian desa. Menciptakan lapangan kerja. Meningkatkan keterampilan warga desa. Meningkatkan partisipasi warga desa.
“PKTD merupakan program yang sangat tepat untuk mendukung pembangunan desa. Program ini harus terus dikembangkan agar desa-desa di Kaltim semakin maju dan mandiri,” tandasnya.
