Bondowoso – Di tengah upaya menata masa depan keluarga, program keluarga berencana kembali menjadi “jembatan” menuju kehidupan yang lebih terencana. Pemerintah Kabupaten Bondowoso menggelar Bakti Sosial Pelayanan Keluarga Berencana Metode Operasi Wanita (MOW) Tahun 2026 di RSUD dr. H. Koesnadi Bondowoso pada Sabtu (20/6/2026). Sebanyak 82 perempuan dari berbagai kecamatan memperoleh layanan kontrasepsi permanen secara gratis setelah melewati tahapan pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam memperluas akses pelayanan kesehatan reproduksi sekaligus mendukung terciptanya keluarga yang sehat, sejahtera, dan memiliki perencanaan yang matang. Program itu terlaksana melalui kerja sama Pemerintah Kabupaten Bondowoso bersama Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga), serta RSUD dr. H. Koesnadi Bondowoso.
Wakil Bupati Bondowoso, As’ad Yahya Syafi’i, menilai pelaksanaan pelayanan KB metode operasi wanita tersebut memiliki dampak yang lebih luas dibanding sekadar layanan kesehatan. Menurutnya, langkah tersebut merupakan investasi jangka panjang dalam membentuk generasi yang lebih berkualitas.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Bondowoso, saya menyampaikan apresiasi kepada RSUD dr. H. Koesnadi dan seluruh pihak yang terlibat. Kegiatan ini menjadi bukti nyata sinergi dalam menekan angka kelahiran dan meningkatkan kesejahteraan keluarga di Bondowoso,” ujarnya.
Ia menambahkan, kolaborasi berbagai pihak menjadi kunci penting dalam menghadirkan pelayanan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Upaya pengendalian jumlah penduduk dan peningkatan kualitas keluarga dinilai harus berjalan beriringan agar pembangunan sumber daya manusia semakin optimal.
Kepala Dinas Sosial Bondowoso, dr. Moh. Imron, mengungkapkan minat masyarakat terhadap layanan MOW masih sangat tinggi. Namun, jumlah peserta yang dapat dilayani harus menyesuaikan dengan kuota yang diberikan pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
“Target awal Bondowoso sebanyak 70 akseptor, kemudian mendapat tambahan 12 kuota dari Provinsi Jawa Timur sehingga total menjadi 82 peserta. Jadi bukan karena minat masyarakat menurun, tetapi karena kuota yang terbatas,” jelasnya.
Menurutnya, antusiasme masyarakat terlihat dari jumlah pendaftar yang mencapai sekitar 300 orang. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kesadaran pasangan usia subur terhadap pentingnya perencanaan keluarga semakin meningkat. Program ini pun diharapkan mampu memberikan dampak positif terhadap kualitas kehidupan keluarga di masa mendatang.
Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bondowoso, Dr. Hj. Khodijatul Qodriyah, menyebut pelayanan MOW gratis menjadi bentuk perhatian pemerintah bagi masyarakat yang ingin mendapatkan metode kontrasepsi permanen dengan aman dan mudah dijangkau.
“Alhamdulillah, ini perhatian luar biasa bagi pasangan yang secara sadar memilih metode ini. Pemerintah hadir untuk memfasilitasi mereka tanpa biaya sehingga layanan bisa diakses lebih mudah,” katanya.
Selain memberikan kemudahan akses, pelaksanaan bakti sosial tersebut juga mencerminkan komitmen pemerintah dalam memperkuat program pembangunan keluarga. Kehadiran layanan yang aman dan bebas biaya diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan rumah tangga serta mendorong lahirnya generasi yang sehat dan berdaya saing.
Melalui sinergi lintas sektor, Pemerintah Kabupaten Bondowoso berharap pelayanan KB berkualitas dapat terus diperluas sehingga semakin banyak masyarakat yang memperoleh manfaat dari program perencanaan keluarga yang berkelanjutan.
