Jember – Senyum lega terpancar dari wajah para guru ngaji di Kecamatan Arjasa, Kabupaten Jember. Sebanyak 53 orang guru mengaji resmi membuka rekening Bank Jatim dalam kegiatan yang digelar di Pendopo Kecamatan Arjasa pada Rabu (1/10/2025). Langkah ini merupakan bagian dari skema baru penyaluran insentif guru ngaji yang digagas Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember pada tahun 2025.
Salah satu penerima, Pujiati (49), warga Dusun Duplang, Desa Kamal, mengaku bersyukur bisa masuk dalam daftar penerima. Meski baru satu tahun mengajar 12 santri, ia merasa perhatiannya terhadap pendidikan agama anak-anak akhirnya mendapat apresiasi. “Alhamdulillah, saya baru satu tahun ini ngajar ngaji. Kalau dulu hanya bantu-bantu paman. Santri saya ada 12 anak. Terima kasih kepada bapak bupati karena telah memperhatikan guru ngaji begitu maksimal. Mudah-mudahan ke depan bantuannya bisa terus bertambah,” ucapnya dengan haru.
Camat Arjasa, Andri Purnomo, menuturkan bahwa pihak kecamatan telah mengajukan 290 nama guru ngaji, baik yang lama maupun yang baru, sejak Juli 2025. Dari jumlah tersebut, 53 orang yang baru terdata hari ini mengikuti pembukaan rekening di Bank Jatim. “Dengan adanya rekening ini, proses penyaluran insentif bisa lebih tertib dan transparan,” jelas Andri.
Pemkab Jember tahun ini menyalurkan insentif kepada sekitar 22 ribu guru ngaji dengan besaran Rp1.500.000 per orang. Mekanisme distribusi juga mengalami perubahan signifikan. Jika sebelumnya guru ngaji harus antre panjang, kini insentif akan diserahkan langsung melalui rekening Bank Jatim dan dapat dicairkan di balai desa masing-masing. Skema ini dinilai lebih terhormat serta memudahkan para penerima.
Kebijakan baru tersebut mendapat sambutan positif, baik dari guru ngaji maupun masyarakat setempat. Para guru menganggap sistem ini lebih adil karena mendata hingga pelosok desa, tidak hanya mereka yang terlihat di pusat kegiatan keagamaan. Transparansi penyaluran juga diyakini akan meminimalisir kesalahpahaman di lapangan.
Dengan adanya pembaruan sistem penyaluran insentif ini, diharapkan kesejahteraan guru ngaji semakin meningkat. Pemkab Jember menegaskan komitmennya untuk terus memberikan perhatian pada para pendidik agama yang memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi muda di daerah. (ADV).
