Sidoarjo – Sebanyak 2.007 mahasiswa dari berbagai latar belakang menerima angin segar dari Pemerintah Kabupaten Sidoarjo yang baru saja merilis daftar penerima Beasiswa Pendidikan Tinggi Tahun 2025. Dari prestasi akademik hingga kemampuan non-akademik, beasiswa ini menjadi bukti komitmen daerah dalam meratakan akses pendidikan tinggi.
Rincian penerima beasiswa ini terdiri dari 770 mahasiswa berprestasi akademik dalam negeri, 7 mahasiswa luar negeri, 230 dari bidang non-akademik, 500 penerima dari kalangan kurang mampu, serta 500 penerima beasiswa keagamaan. Informasi lengkap dapat diakses publik melalui laman resmi https://beasiswa.sidoarjokab.go.id dan juga akun Instagram @pemkabsidoarjo.
“Ini sebagai bentuk komitmen kita untuk meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Sidoarjo,” ujar Bupati Sidoarjo Subandi dalam keterangannya, Senin (16/6/2025).
Subandi menambahkan bahwa seluruh proses seleksi dilakukan secara terbuka tanpa intervensi pihak luar. Ia memastikan tidak ada ‘titipan’ dalam pengumuman nama-nama penerima tersebut.
Selain daftar penerima, situs resmi beasiswa juga menyediakan informasi kontak person sesuai bidang masing-masing, serta QR code yang memudahkan masyarakat mengecek status penerimaan. Langkah ini diambil untuk menjamin transparansi sekaligus mempercepat akses informasi kepada masyarakat.
Kebijakan beasiswa ini juga menjadi bagian dari upaya Pemkab Sidoarjo dalam menciptakan pemerataan pendidikan serta mendorong lahirnya generasi muda berkualitas dari berbagai penjuru wilayah. Program ini sudah berjalan sejak beberapa tahun terakhir dan mendapatkan apresiasi dari kalangan akademisi maupun masyarakat luas.
Penerima beasiswa diharapkan tidak hanya menjadi penerima manfaat, tapi juga aktor perubahan sosial di lingkungan masing-masing. Dukungan pendidikan yang diberikan diharapkan memicu semangat belajar dan mengangkat kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Sidoarjo.
Dengan diumumkannya daftar penerima beasiswa secara resmi, Pemkab Sidoarjo menunjukkan keseriusannya dalam membangun masa depan pendidikan daerah secara inklusif dan berkelanjutan.
