Solok – Di tengah derasnya arus digital yang kerap menyeret generasi muda pada krisis moral dan kedisiplinan, SMAN 2 Sumatera Barat justru menghadirkan pemandangan berbeda. Sekolah negeri itu kembali menegaskan identitasnya sebagai sekolah berbasis karakter Qurani melalui Wisuda Tahfidz Ke-8 Angkatan Generasi X yang berlangsung Kamis (7/5/2026). Sebanyak 140 siswa kelas XII resmi diwisuda setelah dinyatakan lulus tahfidz Al-Qur’an dengan capaian hafalan minimal delapan juz.
Suasana haru menyelimuti aula sekolah ketika para siswa menerima penghargaan wisuda di hadapan orang tua dan guru. Momen tersebut bukan sekadar seremoni akademik, melainkan simbol perjuangan panjang menjaga hafalan Al-Qur’an di tengah padatnya kegiatan belajar dan tantangan kehidupan remaja masa kini. Program tahfidz yang dijalankan sekolah selama bertahun-tahun kini menjadi ciri khas kuat yang membedakan SMAN 2 Sumatera Barat dengan sekolah negeri lainnya.
Kepala SMAN 2 Sumatera Barat, Ratna Yulia, mengatakan capaian kelulusan tahfidz seratus persen menjadi kebanggaan besar sekaligus bukti konsistensi sekolah dalam membangun pendidikan berbasis nilai agama dan karakter. Menurutnya, tahfidz bukan sekadar program tambahan, melainkan bagian penting dalam pembentukan integritas siswa.
“Alhamdulillah seluruh siswa kelas XII lulus tahfidz 100 persen. Jagalah Al-Qur’an karena itulah pondasi hidup. Ilmu tanpa nilai agama akan kehilangan arah,” ujar Ratna Yulia.
Ia menjelaskan, dari total 140 siswa yang diwisuda, terdapat 20 siswa terbaik dengan capaian hafalan tertinggi. Bahkan, standar minimal hafalan delapan juz dianggap sebagai indikator kuat bahwa budaya Qurani benar-benar tumbuh dan terjaga di lingkungan sekolah.
Ratna Yulia menilai menjaga kualitas tahfidz di sekolah negeri bukan pekerjaan mudah. Dibutuhkan komitmen besar dari siswa, guru, hingga dukungan penuh orang tua agar program dapat berjalan konsisten setiap tahun. Menurutnya, keberhasilan siswa mempertahankan hafalan di tengah perkembangan teknologi dan media sosial menjadi pencapaian yang patut diapresiasi.
“Di tengah tantangan zaman sekarang, anak-anak masih mampu menjaga hafalan Al-Qur’an hingga belasan juz. Ini menjadi kebanggaan besar bagi sekolah,” tambahnya.
Apresiasi juga disampaikan Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah III Solok Raya yang diwakili Kasi SMA, Noviana Idaningrum. Ia menyebut SMAN 2 Sumatera Barat berhasil menghadirkan pola pendidikan yang menyeimbangkan kecerdasan intelektual dengan penguatan spiritual.
“SMAN 2 Sumbar menjadi salah satu sekolah yang konsisten menjadikan tahfidz sebagai pondasi pendidikan karakter. Ini selaras dengan falsafah Minangkabau, Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah,” katanya.
Menurut Noviana, keberhasilan meluluskan siswa dengan hafalan minimal delapan juz merupakan prestasi luar biasa, terutama untuk ukuran sekolah menengah atas negeri. Capaian tersebut menunjukkan bahwa pendidikan karakter berbasis agama masih relevan dan mampu diterapkan secara konsisten di tengah perubahan sosial yang semakin kompleks.
Wisuda Tahfidz Ke-8 ini sekaligus mempertegas komitmen SMAN 2 Sumatera Barat dalam mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki pondasi moral, disiplin, dan kedekatan dengan Al-Qur’an. Di tengah tantangan era modern, sekolah dinilai tetap memegang peranan strategis dalam menjaga nilai-nilai religius dan membangun karakter generasi muda yang berintegritas.
