Gresik – Pondok Pesantren (Ponpes) Ushulul Hikmah Al-Ibrohimi Manyar, Gresik, menggelar acara Wisuda Akbar dengan penuh khidmat dan rasa syukur. Acara ini menandai Wisuda Ma’had Aly Al-Ibrohimi Angkatan II serta Wisuda Tahfidh 10, 20, dan 30 Juz. Kegiatan tersebut diawali dengan pembacaan ayat-ayat suci al-Qur’an oleh para wisudawan dan wisudawati dengan beragam cara baca sesuai madzhab bacaan al-Qur’an yang diriwayatkan oleh sepuluh Imam Qira’at.
KH. Khoirul Anam Rissah, yang akrab disapa Kyai Anam dan menjabat sebagai Mudir Ma’had Aly Al-Ibrohimi, menyampaikan sambutannya dengan penuh semangat. Ia mengisahkan awal gagasan berdirinya Ma’had Aly di Indonesia yang dimulai sejak kepengasuhan Pesantren Asembagus oleh Kyai As’ad hingga perumusan menjadi peraturan-peraturan dalam Peraturan Menteri Agama. Pada tahun 2018, permohonan SK pendirian Ma’had Aly Al-Ibrohimi diajukan, dan setahun kemudian, SK tersebut diterbitkan oleh Kementerian Agama.

“Malam ini, kita merayakan wisuda angkatan ke-II Ma’had Aly Al-Ibrohimi. Saya berharap, seperti harapan para pengasuh dan pendiri terutama Kyai Ali Wafa, Ma’had Aly Al-Ibrohimi bisa melahirkan kader-kader ulama yang mampu menjalankan misi yang telah dicanangkan,” ungkap Kyai Anam.
Ma’had Aly Al-Ibrohimi dikenal sebagai satu-satunya Ma’had Aly di Indonesia yang mengambil spesifikasi keilmuan Qira’at al-‘Asyra (ilmu qiraat al-Qur’an berdasar sepuluh Imam Qiraat). Kyai Anam berharap bahwa Ma’had Aly ini dapat menjadi salah satu distingsi pendidikan tinggi keagamaan yang berskala internasional.222
Dalam sambutannya, KH. Ali Fathomi (Gus Thomi), alumni Qira’at al-‘Asyra al-Azhar Mesir dan Pengasuh Ponpes Ushulul Hikmah Al-Ibrohimi, memberikan pesan penuh makna kepada para wisudawan. “Semoga kalian mendapat limpahan berkah dari Allah SWT. Agar keilmuan (al-Qur’an) yang sudah dicapai bisa memberikan manfaat tidak hanya untuk diri sendiri, tetapi juga keluarga, kampung halaman, nusa, bangsa, dan agama,” tuturnya.
Ia juga mengingatkan para wisudawan agar selalu berpegang pada al-Qur’an dan terus menghafalkan serta menjaga hafalan mereka. Al-Qur’an ibarat air laut yang semakin diminum akan semakin menambah dahaga, sehingga harus selalu bersemangat dalam memperdalam ilmu-ilmu al-Qur’an.
Dr. KH. Musta’in Syafi’i seorang pakar tafsir kontemporer dari Tebuireng, menyampaikan orasi ilmiahnya dengan menekankan pentingnya melanjutkan hafalan al-Qur’an hingga selesai.
“Bahasa dalam al-Qur’an adalah bahasa Arab wahyu, bukan bahasa Arab budaya, sehingga memiliki banyak dimensi dari berbagai sisi. Ragam bacaan dalam al-Qur’an memiliki efek multi makna yang harus dipahami secara fleksibel dan mendalam,” jelasnya.
Kyai Musta’in juga menceritakan tentang kekayaan makna dalam al-Qur’an yang dapat menginspirasi solusi bagi berbagai problematika kekinian. Salah satu contohnya adalah Q.S. An-Nisa’ ayat 56 yang menginspirasi sistem regenerasi sel peremajaan kulit di Korea.
Melalui kisah-kisah yang disampaikan oleh Kyai Musta’in, diharapkan para mahasantri Ma’had Aly Al-Ibrohimi tidak hanya puas dengan memahami ragam bacaan dalam al-Qur’an, tetapi juga terus memperdalam penafsiran yang adaptif dengan tantangan zaman.
Wisuda Akbar ini menjadi bukti nyata bahwa mahasantri mampu mendapatkan gelar kesarjanaan yang sesuai dengan keilmuannya. Ponpes Ushulul Hikmah Al-Ibrohimi bertekad untuk terus membina, mendidik, dan mengantarkan para santri menuju keberhasilan keilmuan yang utuh, serta menjadi bagian dari penerus negeri dengan kapabilitas keilmuan yang mumpuni.
