Sungai Mahakam adalah nadi utama ekowisata Kalimantan Timur, membentang dari delta hingga hulu, melintasi mangrove, rawa, dan hutan dataran rendah—menjadi habitat bagi pesut Mahakam, lumba-lumba air tawar yang langka di dunia.
Perjalanan mengasyikkan ini dilakukan dengan houseboat kayu dua tingkat seperti “Pesut Mahakam”, “Pesut Kita”, atau “Pesut Etam”, menelusuri jalur dari Samarinda ke Tenggarong hingga Kutai Lama. Di kapal, pengunjung bisa menikmati musik lokal, karaoke, dan pemandu wisata berbahasa asing.
Selama menyusuri sungai, Anda akan melewati desa-desa Dayak, menyapa komunitas longhouse, dan disambut tarian adat pada rumah panjang. Atraksi lain mencakup kunjungan ke air terjun Jantur Inar, Hutan Konservasi Kersik Luway, serta situs sejarah seperti Prasasti Mahakam.
Sungai ini kaya keanekaragaman alam: terdiri dari 147 jenis ikan air tawar, lebih dari 298 jenis burung lokal Borneo, serta pesut Mahakam yang dilindungi. Pulau-pulau kecil dan teluk di sepanjang rute sering digunakan untuk rehabilitasi mangrove dan restorasi ekosistem laut.
Tarif cruise ke Tenggarong atau Kumala relatif terjangkau, mulai Rp 80.000–115.000/orang. Paket charter untuk 100 orang tersedia mulai Rp 3,5 juta. Jam operasional reguler saat akhir pekan sore, umumnya pukul 16.00–18.00 WITA, namun charter tersedia setiap hari.
Wisata Sungai Mahakam memadukan edukasi ekologis, budaya asli Dayak, dan konservasi satwa. Namun, pengelolaannya butuh keseimbangan agar tidak menimbulkan polusi, mengganggu pesut, atau merusak ekosistem sungai.
Susur Sungai Mahakam menyajikan pengalaman wisata lembut namun mendalam: berkelana menyusuri sungai luas, mengenal komunitas adat Dayak, serta menyaksikan pesut Mahakam dan kekayaan alam sungai tropis. Cocok untuk pecinta alam, penikmat budaya, dan wisata edukatif. Pastikan memilih operator ramah lingkungan dan menghormati konservasi saat berkunjung.
