Sidoarjo – Di tengah kekhawatiran warga Oasis Village dan beberapa daerah lain di Sidoarjo akibat menurunnya debit air Sungai Pelayaran, ada secercah harapan yang membuat mereka bisa bernafas lega. Tantangan yang dihadapi Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Delta Tirta atau PDAM Sidoarjo dalam menjaga pasokan air bersih tidak memadamkan semangat mereka untuk terus memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.
Penurunan debit air Sungai Pelayaran, yang merupakan sumber utama bahan baku untuk Instalasi Pengolahan Air (IPA) Tawangsari, menjadi masalah serius. Produksi air yang biasanya mencapai 850 liter per detik (lps) kini hanya mampu mencapai 550 lps, jauh di bawah kapasitas normal. Kondisi ini sempat menimbulkan kekhawatiran di kalangan warga, terutama mereka yang tinggal di daerah dengan distribusi air yang rawan terganggu.
Namun, meski produksi air menurun, PDAM Sidoarjo dengan sigap merespons situasi ini. Dwi Hary Soeryadi, Direktur Utama Perumda Delta Tirta Sidoarjo, menjelaskan bahwa kondisi ini disebabkan oleh penurunan elevasi air di Dam Lengkong, yang berakibat pada berkurangnya aliran air ke Sungai Pelayaran. “Elevasi di Dam Lengkong saat ini memang sedang menurun, sehingga aliran ke Sungai Pelayaran pun berkurang. Dampaknya, produksi air di IPA Tawangsari berkurang,” jelas Dwi.
Untuk memastikan pasokan air bersih tetap terjaga, Dwi Hary Soeryadi mengungkapkan bahwa pihaknya tidak tinggal diam. Perumda Delta Tirta Sidoarjo terus berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait, termasuk Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Jawa Timur, yang saat ini sedang berupaya mengarahkan lebih banyak air ke Sungai Pelayaran. Langkah ini diambil untuk meminimalisir dampak penurunan debit air terhadap produksi air bersih di IPA Tawangsari.
“Meski produksi air berkurang, kami berkomitmen untuk memastikan pelayanan kepada pelanggan tetap berjalan dengan baik. Kami terus berusaha keras untuk mencari solusi terbaik dan tercepat, demi memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat,” kata Dwi. Komitmen ini menjadi angin segar bagi warga Oasis Village yang sempat khawatir dengan potensi gangguan pasokan air.
Tak hanya berhenti di situ, Perumda Delta Tirta Sidoarjo juga telah menyiapkan berbagai langkah solutif untuk memastikan air bersih tetap sampai ke rumah-rumah warga. Salah satunya adalah penyediaan air tangki bagi daerah-daerah yang mengalami penurunan aliran air, seperti di Kecamatan Taman dan Waru. “Kami memahami bahwa ini adalah situasi yang sulit, terutama bagi masyarakat yang sangat bergantung pada pasokan air bersih dari PDAM. Oleh karena itu, kami siap menyalurkan air tangki ke daerah-daerah yang terdampak,” tambah Dwi.
Bagi warga Oasis Village, langkah-langkah yang diambil oleh PDAM Sidoarjo ini membawa rasa lega. Pasokan air bersih yang sempat dikhawatirkan terganggu, kini terjamin berkat koordinasi dan upaya maksimal dari pihak PDAM. Meski debit air Sungai Pelayaran menurun, komitmen untuk melayani kebutuhan dasar masyarakat tidak goyah.
“Ini adalah prioritas utama kami. Kami berharap situasi ini bisa segera teratasi, dan kami mengucapkan terima kasih kepada masyarakat atas pengertian dan dukungan yang diberikan,” tutup Dwi Hary Soeryadi. Dengan semangat pelayanan yang tak pernah surut, PDAM Sidoarjo terus berjuang memastikan setiap tetes air bersih yang sampai ke rumah warga membawa kesejahteraan dan kenyamanan.
