Mojokerto – Penantian panjang yang nyaris kehilangan harapan akhirnya berujung bahagia. Seorang warga yang sempat hilang bak ditelan waktu selama tiga tahun, kini kembali ditemukan dalam keadaan selamat dan pulang ke kampung halamannya.
Arifin (54), warga Dusun Grogol, Desa Kepuhpandak, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto, ditemukan di Kota Salatiga, Jawa Tengah. Ia kemudian dijemput oleh perangkat desa dan dipulangkan pada Senin (30/3/2026). Sebelumnya, Arifin dilaporkan hilang sejak tahun 2023 tanpa kabar yang jelas.
Informasi keberadaan Arifin pertama kali muncul pada Jumat (27/3/2026) melalui pesan berantai yang tersebar dari grup ke grup. Kabar tersebut kemudian sampai kepada Muhib, warga Pungging yang bekerja di Dinas Sosial Mojokerto. Menindaklanjuti informasi itu, Muhib segera berkoordinasi dengan Ketua RT setempat, Suparli, guna memastikan identitas pria yang ditemukan tersebut.
Proses verifikasi berlanjut dengan melibatkan Kepala Dusun Grogol Sobirin dan Kepala Desa Kepuhpandak Siswati. Setelah dipastikan bahwa pria tersebut benar adalah Arifin, komunikasi lintas daerah pun dilakukan untuk mengatur proses pemulangan.
“Yang bersangkutan kami temukan saat penertiban warga tanpa identitas di jalan,” ujar Wahyu Tri Nugroho dari Dinas Sosial Kota Salatiga.
Arifin ditemukan saat kegiatan penertiban menjelang Hari Raya terhadap warga tanpa identitas. Setelah diamankan, pihak Dinas Sosial Kota Salatiga melakukan pendataan serta berkoordinasi dengan pemerintah daerah asal untuk memastikan identitasnya.
Setelah seluruh proses administrasi selesai, perangkat desa dari Dusun Grogol berangkat ke Salatiga untuk menjemput Arifin. Penjemputan dilakukan pada hari kerja mengingat layanan kantor tidak beroperasi saat akhir pekan.
Selama tiga tahun menghilang, diketahui Arifin merupakan warga dengan kondisi khusus yang membutuhkan perhatian sosial. Hal ini menjadi alasan penting bagi pemerintah desa dan instansi terkait untuk memastikan ia mendapatkan pendampingan setelah kembali ke Mojokerto.
Kepulangan Arifin disambut haru oleh keluarga dan warga setempat. Momen tersebut menjadi akhir dari penantian panjang yang penuh ketidakpastian. Tangis bahagia dan rasa syukur menyertai kepulangannya ke kampung halaman.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa komunikasi dan kepedulian antarwarga memiliki peran besar dalam membantu menemukan anggota masyarakat yang hilang. Sinergi antara warga, pemerintah desa, dan instansi terkait terbukti mampu menjembatani jarak dan waktu hingga akhirnya membawa Arifin kembali ke rumahnya.
