Menurut Rahmad, perencanaan pembangunan makam harus dimulai sejak awal, mengingat pertumbuhan jumlah penduduk di Kota Minyak yang sejalan dengan rencana pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) di Kalimantan Timur.
“Kalo itu (makam) tidak dipikirkan dari sekarang, dan penduduk kian bertambah, maka akan penuh pemakaman. Sedangkan semua manusia pasti akan mati,” ujarnya.
Balikpapan sedang merencanakan bahwa setiap wilayah harus mengalokasikan setidaknya dua persen lahan sebagai tempat pemakaman untuk warganya.
Sebelumnya, Dinsos Balikpapan memiliki rencana untuk mendirikan Taman Makam Bahagia yang akan diperuntukkan bagi pejabat daerah, termasuk unsur pemerintahan dan instansi vertikal.
Pembangunan makam tersebut direncanakan berlokasi dekat dengan Taman Makam Pahlawan Dharma Agung di wilayah Gunung Bahagia, Balikpapan Selatan.
“Taman makam ini diperuntukkan bagi pejabat. Misalnya untuk pejabat Pemkot dan untuk keluarga besar TNI,” ujar Kepala Dinsos Kota Balikpapan Edy Gunawan
Edy menyatakan bahwa taman makam pahlawan memiliki luas total 500 meter persegi. Pemkot Balikpapan memiliki rencana untuk menambahkan lahan tersebut.
“Nanti rencananya ada sebagian lahan di sisi belakang yang akan dibebaskan Pemerintah Kota Balikpapan,”ujar Edi.
Pemerintah Kota Balikpapan sedang berusaha untuk memastikan bahwa Taman Makam Pahlawan Dharma Agung dilengkapi dengan fasilitas pendukung sesuai standar yang biasanya terdapat di makam pahlawan.
“Paling tidak, ada tempat lahan untuk prosesi pemakaman. Jadi ada tempat upacara, ada perpustakaan seperti di Taman Makam Pahlawan Samarinda.
Kemudian diperlukan juga gudang untuk menyimpan barang-barang dan beberapa item lagi untuk memenuhi standar taman makam pahlawan yang layak,” katanya.
