Sangatta – Wakil Ketua DPRD sekaligus Ketua Lembaga Pelindungan Anak Indonesia (LPAI) Kutai Timur (Kutim), Asti Mazar, menaruh harapan besar terhadap Idham Khalid yang baru saja dilantik sebagai Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) oleh Bupati Ardiansyah Sulaiman. Dalam suasana penuh harapan, Asti Mazar menegaskan pentingnya tindakan cepat dan nyata dari Idham Khalid dalam menyelesaikan berbagai kasus kekerasan terhadap anak yang masih marak terjadi di Kutim.
“Dalam waktu dekat, kami (LPAI) akan menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan seluruh pemangku kepentingan. Tujuannya adalah menyatukan persepsi untuk menyelesaikan persoalan kekerasan dan pemenuhan hak-hak anak, dengan melibatkan DP3A sebagai salah satu pihak utama. Sekarang kan Kadisnya baru, jadi saya berharap energi baru untuk menyelesaikan kekerasan pada anak,” ujar Asti Mazar di Ruang Kerjanya, Selasa (4/6/2024).
Rapat Dengar Pendapat dan Langkah Konkret
Pada bulan Juni ini, pihak-pihak terkait akan melaksanakan RDP untuk membahas peran dan fungsi masing-masing instansi dalam menangani berbagai persoalan yang terjadi di tengah masyarakat, terutama yang berkaitan dengan hak-hak anak. Asti Mazar menekankan pentingnya kolaborasi antara LPAI, DP3A, serta seluruh stakeholder yang terlibat, dengan tujuan utama menekan angka kasus kekerasan terhadap anak sekecil mungkin.
Asti Mazar berharap, hasil dari RDP ini dapat dituangkan dalam bentuk Memorandum of Understanding (MoU) agar setiap pihak memiliki komitmen dan tanggung jawab yang jelas dalam pelaksanaannya. “Jangan sampai nanti ada masalah di lapangan dan semua pihak saling lempar tanggung jawab. Rumusan hasil RDP ini akan dituangkan dalam bentuk MoU untuk menghindari hal tersebut,” pungkas Asti Mazar.
Harapan dan Tantangan
Pelantikan Idham Khalid sebagai Kepala DP3A diharapkan membawa angin segar dalam penanganan isu-isu kekerasan terhadap anak di Kutim. Dengan latar belakang dan pengalaman yang dimilikinya, Idham Khalid diharapkan dapat bekerja dengan efektif dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya. Langkah awal yang diambil melalui RDP ini diharapkan dapat menjadi fondasi kuat bagi kerja sama antara berbagai instansi terkait.
Asti Mazar, yang juga aktif sebagai Ketua LPAI Kutim, menyadari bahwa tantangan dalam menangani kekerasan terhadap anak tidaklah mudah. Namun, dengan kolaborasi yang baik dan dukungan dari semua pihak, ia optimistis bahwa angka kekerasan terhadap anak di Kutim dapat ditekan secara signifikan. “Kami berharap dengan sinergi yang kuat, perlindungan terhadap anak dapat ditingkatkan dan hak-hak mereka dapat terpenuhi dengan baik,” tambahnya.
Komitmen untuk Masa Depan Anak
Langkah-langkah yang diambil oleh LPAI dan DP3A Kutim ini menunjukkan komitmen kuat untuk melindungi dan memenuhi hak-hak anak di daerah tersebut. Harapan besar terhadap Idham Khalid sebagai Kepala DP3A, serta rencana pelaksanaan RDP dan penyusunan MoU, mencerminkan tekad bersama dalam menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi anak-anak di Kutim.
Masyarakat Kutim pun berharap, dengan adanya kerjasama yang baik antara LPAI dan DP3A, berbagai kasus kekerasan terhadap anak dapat segera diselesaikan dan tidak terulang kembali. Langkah ini menjadi bukti nyata bahwa pemerintah dan lembaga terkait serius dalam upaya melindungi generasi masa depan.
Sebagai penutup, Asti Mazar mengajak semua pihak untuk mendukung dan berkontribusi dalam upaya ini. “Kita semua memiliki tanggung jawab untuk melindungi anak-anak kita. Mari kita bekerja sama untuk menciptakan lingkungan yang lebih baik dan lebih aman bagi mereka,” tutup Asti Mazar dengan penuh harapan.
Dengan semangat kebersamaan dan komitmen yang kuat, diharapkan upaya ini dapat memberikan dampak positif yang nyata bagi kesejahteraan anak-anak di Kutai Timur.
