Kediri – Dalam semangat memperingati Hari Juang Kartika TNI Angkatan Darat, Kota Kediri dikejutkan dengan aksi nyata penghijauan. Ribuan bibit pohon ditanam di berbagai titik strategis oleh TNI yang bersinergi dengan Dewan Kebudayaan Daerah (DKD) Kota Kediri, Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan masyarakat. Inisiatif ini bukan sekadar simbol perayaan, melainkan wujud kepedulian terhadap bumi yang semakin rapuh akibat pemanasan global dan ancaman bencana hidrometeorologi.
Aksi penanaman berlangsung di Kelurahan Banaran, Kecamatan Pesantren, tepatnya di wilayah RT 15 yang berbatasan langsung dengan jalur menuju Kelecol. Babinsa Kelurahan Banaran, Sersan Mayor Baroji, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan program lintas sektor yang mengutamakan kolaborasi.
“Kegiatan pagi ini kita laksanakan penanaman pohon yang berada di Kelurahan Banaran. Program ini tentu kami laksanakan secara bersinergi. Terima kasih kepada Bapak Ketua Kebudayaan Daerah Kota Kediri yang telah men-support terutama dalam penyiapan bibit,” ungkapnya.
Sekitar 50 pohon ditanam khusus di Banaran, namun total bibit yang disalurkan DKD untuk kegiatan ini mencapai antara 2.500 hingga 3.000 batang pohon dari berbagai jenis. Penanaman difokuskan pada pohon berbatang keras dan rempah, yang tak hanya memberi manfaat ekologi, tetapi juga sosial dan ekonomi.
Ketua DKD Kota Kediri, Yuwono Wahyu Alam, menyebutkan bahwa lokasi penanaman tersebar di beberapa kelurahan, termasuk Pakunden. DKD bekerja sama dengan Koramil Pesantren menyediakan bibit tanaman seperti asem, kedawung, jati Belanda, dan juwet.
“Kegiatan hari ini adalah menanam di beberapa titik. Tanaman yang kita tanam umumnya tanaman rempah dan tanaman berbatang keras yang memiliki manfaat bagi masyarakat,” jelas Wahyu.

Tanaman tersebut, menurut Wahyu, dapat membantu mengurangi risiko bencana seperti longsor dan banjir, menjaga ketersediaan air tanah, serta memberikan keteduhan yang penting untuk meredam suhu panas akibat perubahan iklim. Ia berharap, program ini dapat menjadi kontribusi nyata dalam memperkuat ketahanan lingkungan daerah.
“Kami berharap tanaman ini bermanfaat untuk masyarakat dan untuk lingkungan. Secara umum tanaman ini rindang dan dapat mengurangi efek pemanasan global. Di wilayah yang rawan longsor, tanaman ini juga bisa menjadi penopang,” tambahnya.
Inisiatif ini menegaskan komitmen TNI dan DKD dalam memperkuat kesadaran lingkungan di masyarakat. Dengan melibatkan berbagai elemen, program penanaman pohon ini diharapkan tidak berhenti di momentum peringatan, melainkan terus berkembang menjadi gerakan berkelanjutan yang menyelamatkan masa depan bumi.
