Jombang – Dari ruang tamu sederhana hingga menjadi pusat transaksi warga, perjalanan seorang agen BRILink di pelosok desa ini ibarat bara kecil yang perlahan menyala terang. Di tengah keraguan masyarakat terhadap layanan perbankan nonformal, ketekunan justru menjadi kunci yang membuka jalan perubahan.
Adalah Khusnul Khotimah (41), warga Dusun Mojo, Desa Mojodanu, Kecamatan Ngusikan, Kabupaten Jombang, yang memulai langkahnya sebagai agen BRILink sejak rentang tahun 2011 hingga 2012. Saat itu, ia membuka layanan di rumahnya dengan modal terbatas dan menghadapi tantangan besar berupa ketidakpercayaan masyarakat terhadap sistem perbankan berbasis warung.
“Awal buka itu transaksinya sepi. Warga takut karena belum familier dengan perbankan yang bentuknya cuma warung. Mereka belum percaya sepenuhnya,” tuturnya mengenang masa awal merintis usaha.
Dengan dukungan pinjaman sebesar Rp20 juta dari Bank Rakyat Indonesia, Khusnul mulai mengembangkan usaha kecilnya yang semula hanya menjual bensin eceran dan pulsa. Sambil mengurus keluarga, ia terus menjaga konsistensi pelayanan, meyakinkan warga bahwa transaksi di tempatnya aman dan terpercaya seperti di kantor bank.
Perlahan, kepercayaan itu tumbuh. Warga yang sebelumnya ragu mulai memanfaatkan layanan BRILink untuk berbagai kebutuhan transaksi keuangan. Kini, warung tersebut telah berkembang menjadi toko sembako yang lengkap dan ramai dikunjungi pelanggan setiap hari.
Keberhasilan ini tidak hanya berdampak pada peningkatan ekonomi keluarga, tetapi juga membuka akses keuangan bagi masyarakat sekitar. Bahkan, lokasi Desa Mojodanu yang berada di perbatasan Kabupaten Jombang dan Mojokerto menjadi nilai tambah, karena menarik pelanggan dari wilayah tetangga.
Kesuksesan Khusnul turut membawanya mampu menyekolahkan anak hingga ke jenjang perguruan tinggi, sementara anak keduanya kini melanjutkan pendidikan di tingkat SMA.
Sementara itu, Branch Manager BRI Jombang, Boedhi Winaryo, menegaskan bahwa keberadaan agen BRILink merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam memperluas inklusi keuangan hingga ke pelosok daerah.
“Saat ini di Jombang sendiri terdapat 1.065 Agen BRILink yang tersebar di berbagai lokasi. Ini merupakan komitmen nyata BRI Jombang dalam menghadirkan solusi keuangan yang efisien, terjangkau, dan mudah diakses bagi semua masyarakat wilayah Jombang,” ungkapnya.
Ia menambahkan, model kemitraan yang dijalankan melalui program BRILink tidak hanya memudahkan akses layanan perbankan, tetapi juga menciptakan peluang ekonomi baru bagi masyarakat desa. Program ini mendorong masyarakat menjadi bagian aktif dalam ekosistem ekonomi digital yang berkelanjutan.
Kisah Khusnul menjadi bukti nyata bahwa inklusi keuangan bukan sekadar program, melainkan gerakan yang mampu mengubah kehidupan. Dari warung kecil di sudut desa, kini lahir pusat aktivitas ekonomi yang menggerakkan masyarakat secara mandiri dan berkelanjutan.
