Banyuwangi – Bagaikan urat nadi yang terputus, akses warga di Dusun Tapansari sempat lumpuh setelah jembatan penghubung ambruk diterjang banjir. Namun, dalam waktu singkat, pemerintah daerah bergerak cepat menghadirkan solusi sementara agar kehidupan masyarakat kembali berdenyut.
Peristiwa amblesnya jembatan terjadi pada Senin (21/4/2026) akibat luapan sungai yang deras di Desa Sraten, Kecamatan Cluring. Menanggapi kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi melalui Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya Perumahan dan Permukiman (DPU CKPP) segera melakukan penanganan darurat dengan membangun jembatan sementara. Proses pembangunan rampung pada Rabu malam (23/4/2026) dan kini sudah dapat dimanfaatkan oleh warga setempat.
“Jembatan darurat sudah selesai dipasang, namun saat ini baru bisa dilalui kendaraan roda dua. Meski sudah bisa digunakan, jembatan tersebut belum diperuntukkan bagi kendaraan berat karena masih menunggu proses pemeriksaan teknis,” ujar Plt. Sekretaris DPU CKPP Banyuwangi, Ebta Andharisandi.
Ia menjelaskan, jembatan darurat tersebut memiliki panjang sekitar 14 meter dengan lebar 1,5 meter. Struktur yang digunakan merupakan rangka baja portabel jenis Bailey, yang dikenal efektif untuk penanganan cepat di lokasi bencana atau kondisi darurat infrastruktur.
Langkah cepat ini dinilai penting untuk mengembalikan mobilitas warga yang sebelumnya terhambat total akibat putusnya akses utama. Dalam waktu hanya dua hari sejak kejadian, jembatan sementara berhasil diselesaikan dan langsung difungsikan, meski dengan pembatasan penggunaan.
Kepala Desa Sraten, Arif Rahman Wahyudi, mengungkapkan rasa syukur atas respons cepat pemerintah daerah dalam menangani kondisi tersebut.
“Alhamdulillah paling tidak warga bisa melewati jalan tersebut, meski masih terbatas,” ujarnya.
Meski demikian, ia berharap pembangunan jembatan permanen segera direalisasikan agar aktivitas masyarakat dapat kembali normal tanpa hambatan. Keberadaan jembatan ini sangat vital, terutama bagi distribusi barang, akses pendidikan, serta kegiatan ekonomi warga setempat.
Bencana banjir yang menyebabkan ambruknya jembatan ini menjadi pengingat akan pentingnya kesiapsiagaan infrastruktur di daerah rawan bencana. Pemerintah daerah pun diharapkan tidak hanya fokus pada penanganan darurat, tetapi juga memperkuat pembangunan jangka panjang yang lebih tahan terhadap risiko alam.
Dengan hadirnya jembatan darurat ini, setidaknya roda kehidupan warga Dusun Tapansari kembali bergerak, meski belum sepenuhnya pulih. Upaya lanjutan kini dinantikan agar akses vital tersebut dapat kembali berfungsi optimal dan aman bagi seluruh pengguna.
