Sungai Penuh – Harum nama Desa Talang Lindung kembali terdengar di seantero Kota Sungai Penuh. Kali ini, desa yang terletak di Kecamatan Sungai Bungkal itu dipercaya mewakili kota dalam Lomba Desa Tingkat Provinsi Jambi Tahun 2025. Penilaian lapangan oleh tim dari Pemerintah Provinsi dilakukan pada Selasa (3/6/2025), menandai dimulainya tahap penting dalam kompetisi tersebut.
Dengan mengusung tema “Ketahanan Pangan Menuju Indonesia Emas 2045”, Desa Talang Lindung mempresentasikan beragam program unggulan yang telah mereka jalankan sepanjang tahun. Fokus utamanya adalah pada kemandirian pangan dan pemberdayaan masyarakat.
“Kami menjalankan berbagai program yang mendukung ketahanan pangan, seperti budidaya ayam petelur, pemanfaatan hasil telur untuk gizi keluarga, dan penguatan UMKM lokal,” ujar Maira Deswita, Ketua Tim Penggerak PKK Desa Talang Lindung.
Ia menambahkan bahwa seluruh kegiatan desa selama setahun terakhir diarahkan untuk memperkuat ketahanan pangan masyarakat. Salah satunya adalah konseling kepada peternak ayam yang hasil telurnya disumbangkan untuk kebutuhan posyandu dan gizi keluarga.
Inovasi desa juga tampak dari pemanfaatan lahan tidur milik desa. Lahan yang terbengkalai hampir dua dekade kini telah dihidupkan kembali dengan penanaman 800 batang jeruk madu dan 1.500 batang kopi. Hasilnya kini mulai dipanen dan memberi nilai tambah bagi masyarakat.
Untuk program tahun 2025, Talang Lindung mengembangkan budidaya kacang merah. Tanaman ini tak hanya dikembangkan sebagai produk pertanian, tetapi juga diolah menjadi makanan lokal yang bernilai ekonomi, memperkuat potensi desa dalam membangun kemandirian pangan.
Tidak hanya itu, Talang Lindung juga dikenal konsisten mengangkat potensi lokal setiap tahun. Pada 2021 mereka mempromosikan kerupuk ubi, tahun berikutnya kerajinan bambu, dan pada 2024 memfokuskan diri pada pengolahan produk pisang.
“Harapan kami, dengan capaian ini, semangat masyarakat untuk membangun desa terus tumbuh. Semoga Desa Talang Lindung bisa menjadi contoh desa tangguh, mandiri, dan berdaya saing, baik di tingkat provinsi maupun nasional,” tutup Maira.
Dengan langkah-langkah inovatif dan kolaboratif tersebut, Desa Talang Lindung bukan hanya berlaga dalam lomba, tetapi juga menjadi simbol kemajuan desa berbasis ketahanan pangan di Provinsi Jambi. (ADV).
