Penilaian yang dilakukan Bawaslu, bahwa Kaltim masuk 5 besar IKP, jangan dilihat sisi negatifnya, jadikan penilaian itu sebagai bahan melakukan muhasabah, kata Akmal.
Kita harap masyarakat Kaltim turut terlibat menyukseskan pesta demokrasi 2024 dengan ikut menciptakan, kata Akmal.
Saat ini sudah masuk musim politik. Kita bangun demokrasi dengan membangun netralitas. Hati-hati bersosial media, kata Akmal
Kutim – Mendekati Pemilihan umum (Pemilu) serentak 2024 Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) tengah menggelar upaya pemutakhiran data warga. Proses identifikasi dilakukan melalui pencocokan dan penelitian (Coklit) yang melibatkan tim Disdukcapil, KPU, dan pemerintah desa. Hasil dari Coklit mencapai sekitar 3000 data, yang saat ini tengah diproses melalui Aplikasi Siap
Dalam konteks ini, Kaltim menunjukkan sebagai wilayah demokratis yang memberi kesempatan sama pada semua warga, kata Jahidin.
Pemilu adalah pesta demokrasi yang harus dilaksanakan dengan gembira, tanpa ada intimidasi, kekerasan, atau pelanggaran hukum, kata Sigit.
Jangan sampai ada pencitraan negatif. Itu dapat merusak konsep demokrasi kita. Kita harus menampilkan sikap yang beradab, kata Jahidin.
Begitu mendarat di KLIA dari Heathrow pagi tadi dan buka WA, berterbaran berita tentang paslon Anies-Gus Imin yang mendapat nomor urut 1. Alhamdulillah. Nomor urut 1…
Kewaspadaan terhadap isu-isu yang bisa memecah kesatuan dan persatuan penting, seperti SARA dan penyebaran informasi palsu, kata Jahidin.
Kita harus bersama-sama menjaga kondusifitas dan stabilitas politik di Kaltim, terutama menjelang Pemilu 2024, kata Jahidin.