Kuah bening rempah mengepul dari warung-warung pagi di Kutai Timur, menandai hadirnya satu hidangan ikonik: Soto Banjar. Meski berasal dari Kalimantan Selatan, kuliner ini telah melebur dalam kehidupan masyarakat Kutai Timur, dari Sangatta hingga Muara Wahau.
Soto Banjar hadir dengan ciri khas: kuah kaldu ayam kampung kekuningan, aroma cengkeh dan kayu manis yang lembut, suwiran ayam, perkedel kentang, bihun atau lontong, dan taburan bawang goreng. Jeruk nipis, sambal cuka, dan kerupuk udang jadi pelengkap yang menyempurnakan.
“Setiap semangkuk Soto Banjar seperti pelukan di pagi hari,” ucap Ica, penjual soto di pasar Sangatta yang telah berjualan sejak 2009.
Harganya pun bersahabat: Rp12.000–Rp18.000 per porsi. Tempat populer menikmatinya antara lain Soto Banjar “Mama Caca” di Sangatta, RM Soto Banjar Rantau Pulung, dan Warung Soto Banjar Tepian Wahau.
Kini, Soto Banjar naik kelas. Disajikan dalam frozen pack oleh UMKM, masuk menu cafe sebagai comfort food, hingga tampil di food truck festival lokal. Dari dapur tradisional ke etalase digital, Soto Banjar membuktikan dirinya sebagai kuliner lintas generasi.
