Mojokerto – Di tengah upaya meningkatkan mutu pendidikan, SMP Negeri 4 Kranggan, Kota Mojokerto, memulai proses rehabilitasi ruang kelas sebagai bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam menyediakan sarana belajar yang memadai. Pekerjaan fisik ini telah resmi berjalan sejak diterbitkannya Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) pada 10 Maret 2025.
Proyek rehabilitasi ini bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2025 dengan nilai kontrak sebesar Rp817.139.600,00. Pelaksana kegiatan dipercayakan kepada CV Dwi Mojajajajar, yang ditunjuk untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut sesuai kontrak yang telah ditetapkan.
Pada Sabtu (10/5/2025), Nanda selaku pelaksana proyek menyampaikan harapannya agar pembangunan ini dapat memberi dampak positif terhadap proses pembelajaran.
“Kami berharap pembangunan ini bisa memberikan kenyamanan dan semangat baru dalam proses belajar mengajar di SMPN 4 Kranggan,” ungkap Nanda.
Ruang lingkup pekerjaan mencakup perbaikan struktur bangunan, pengecatan ulang, penggantian plafon dan lantai, hingga peningkatan berbagai fasilitas penunjang yang dinilai krusial dalam mendukung kenyamanan belajar siswa dan guru.
Kepala SMPN 4 Kranggan menyampaikan apresiasinya atas dimulainya pekerjaan tersebut. Ia menilai rehabilitasi ini sangat dibutuhkan untuk memperbaiki kondisi ruang belajar yang sebelumnya kurang layak dan memberikan suasana baru yang lebih inspiratif.
Proyek ini juga menjadi salah satu upaya Pemerintah Kota Mojokerto dalam mewujudkan pemerataan pembangunan infrastruktur pendidikan. Pemerintah daerah terus mendorong terciptanya fasilitas pendidikan yang berkualitas sebagai landasan utama dalam mencetak generasi unggul dan berdaya saing.
Dengan mengutamakan kualitas serta keselamatan kerja selama proses berlangsung, proyek rehabilitasi ruang kelas SMPN 4 Kranggan ini diharapkan dapat selesai tepat waktu dan memberikan manfaat jangka panjang bagi dunia pendidikan di Kota Mojokerto.
