Samarinda – Langit Samarinda yang diselimuti kabut asap menjadi alarm bagi kesehatan masyarakat. Wakil Gubernur Kalimantan Timur Seno Aji menyoroti kondisi udara yang masih terasa pekat dengan turun membagikan sebanyak 1.500 masker bersama kader Partai Gerindra Kalimantan Timur dan DPC Gerindra Kota Samarinda kepada masyarakat.
Pembagian masker dilakukan sebagai respons terhadap kabut asap yang masih menyelimuti ibu kota Kalimantan Timur. Menurut Seno, kondisi asap masih terasa meskipun jumlah titik api disebut telah berkurang. Ia menduga kepadatan asap yang dirasakan masyarakat Samarinda tidak hanya berkaitan dengan kondisi di Kaltim, tetapi kemungkinan juga dipengaruhi pergerakan asap dari daerah lain. Pada Kamis (17/9/2026), BPBD Kaltim melaporkan masih memantau 134 titik panas yang memicu sebaran kabut asap di wilayah provinsi tersebut.
“Masker kita berikan ke masyarakat karena kita melihat asap yang pekat di Kota Samarinda. Walaupun titik api sudah berkurang, tapi mungkin kiriman asap dari provinsi lain, jadi keadaan asap di Samarinda tetap padat,” ujar Seno Aji.
Kondisi kabut asap dalam beberapa hari terakhir memang menjadi perhatian serius di Samarinda. Pemantauan pada Kamis (17/9/2026) menunjukkan kualitas udara di kota ini mengalami penurunan akibat dampak kebakaran hutan dan lahan. Salah satu pemantauan bahkan mencatat Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) mencapai angka 357 pada Kamis pagi dan berada pada kategori sangat buruk.
Pemerintah Kota Samarinda juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap paparan polusi udara, terutama kelompok sensitif seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, serta warga dengan gangguan paru dan jantung. Penggunaan masker saat berada di luar rumah menjadi salah satu langkah perlindungan yang dianjurkan ketika kualitas udara memburuk.
Di tengah kondisi tersebut, Seno berharap perubahan cuaca dalam waktu dekat dapat membantu mengurangi kepadatan kabut asap. Turunnya hujan diharapkan ikut membantu meredakan kebakaran lahan sekaligus memperbaiki kondisi udara di Samarinda dan wilayah Kalimantan Timur lainnya.
“Mudahan dalam waktu 1–2 minggu turun hujan. Kita doakan semua nantinya asap yang ada di Kota Samarinda dan Kalimantan Timur berangsur membaik,” katanya.
Seno menjelaskan, sebanyak 1.500 masker yang disiapkan dalam kegiatan tersebut dibagikan langsung kepada masyarakat. Menurutnya, antusiasme warga terlihat dari banyaknya masyarakat yang menerima masker. Kegiatan itu juga diikuti jajaran kader Gerindra, termasuk Ketua DPC Gerindra Kota Samarinda.
“Sebanyak 1.500 masker dibagikan dan banyak masyarakat yang mengambil juga. Ini menjadi perhatian kami kader Gerindra terhadap kondisi yang dialami masyarakat hari ini,” pungkasnya.
Kabut asap di Kalimantan Timur saat ini tidak hanya menjadi persoalan kesehatan. BPBD Kaltim menyebut dampak asap turut memengaruhi mobilitas transportasi, termasuk aktivitas penerbangan di Bandara APT Pranoto Samarinda akibat berkurangnya jarak pandang. Pemerintah provinsi bersama BNPB, BPBD kabupaten/kota, dan instansi terkait terus melakukan pemantauan serta penanganan kebakaran hutan dan lahan.
Pemprov Kaltim sebelumnya juga mengerahkan helikopter untuk operasi water bombing pada titik-titik api yang sulit dijangkau melalui jalur darat. Upaya tersebut menjadi bagian dari penanganan karhutla untuk menekan kebakaran sekaligus mengurangi dampaknya terhadap kualitas udara masyarakat.
Pembagian 1.500 masker menjadi salah satu langkah perlindungan langsung bagi warga yang masih harus beraktivitas di tengah kabut asap. Sementara penanganan titik api terus dilakukan, masyarakat diharapkan tetap membatasi paparan asap dan menggunakan perlindungan pernapasan saat beraktivitas di luar rumah hingga kondisi udara Samarinda berangsur membaik.
