Pasaman Barat – Sungai yang selama tiga hari menjadi saksi pencarian akhirnya mengungkap jawaban pahit. Tim SAR gabungan bersama warga menemukan Aper (45), warga Nagari Aia Gadang, yang sebelumnya dilaporkan hanyut di Sungai Batang Saman, dalam kondisi tidak bernyawa pada Jumat (12/12/2025) pagi.
Peristiwa ini bermula ketika korban dilaporkan terseret arus sungai pada Selasa (9/12/2025). Sejak laporan diterima, Tim SAR Pos Pasaman langsung bergerak melakukan pencarian dengan melibatkan berbagai unsur, termasuk aparat terkait dan masyarakat setempat. Operasi pencarian dilakukan selama tiga hari berturut-turut dengan menyisir aliran sungai menggunakan perahu karet serta pemantauan melalui jalur darat di sepanjang bantaran sungai.
Koordinator Pos SAR Pasaman, Novi Yurandi, menjelaskan bahwa proses pencarian menghadapi sejumlah kendala di lapangan. Selain arus Sungai Batang Saman yang cukup deras, kondisi cuaca yang tidak menentu membuat tim harus bekerja ekstra hati-hati agar keselamatan personel tetap terjaga. Meski demikian, upaya pencarian terus dilakukan secara intensif hingga akhirnya membuahkan hasil.
“Kami melakukan pencarian selama tiga hari dengan metode penyisiran menggunakan perahu karet dan jalur darat. Arus sungai yang deras menjadi tantangan utama bagi tim di lapangan,” ujar Novi.
Ia menambahkan, perubahan cuaca yang terjadi selama operasi turut memengaruhi kecepatan dan strategi pencarian. Oleh karena itu, setiap pergerakan tim selalu didahului dengan analisis risiko agar tidak menimbulkan korban tambahan. Keselamatan personel, menurutnya, tetap menjadi prioritas utama dalam operasi kemanusiaan tersebut.
Korban akhirnya ditemukan sekitar 2,1 kilometer dari lokasi awal dilaporkan hanyut. Titik penemuan berada di koordinat 0°10’26.1″N, 99°47’41.4″E, di area sungai yang relatif sulit dijangkau. Setelah memastikan identitas korban, tim SAR bersama warga sekitar segera melakukan proses evakuasi dengan mengikuti prosedur standar penanganan korban meninggal.
“Korban ditemukan di area yang cukup sulit dijangkau. Begitu dipastikan identitasnya, kami langsung melakukan evakuasi sesuai prosedur,” kata Novi.
Jenazah Aper kemudian dibawa ke Puskesmas Aia Gadang untuk menjalani pemeriksaan medis. Langkah ini dilakukan guna memastikan kondisi korban serta melengkapi administrasi sebelum jenazah diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses pemakaman.
Dalam kesempatan tersebut, Novi juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Nagari Aia Gadang dan sekitarnya yang sejak hari pertama turut membantu proses pencarian. Menurutnya, informasi dari warga sangat membantu tim SAR dalam menentukan titik-titik penyisiran yang dianggap berpotensi.
“Keterlibatan warga sangat membantu kami. Informasi dari masyarakat mempercepat proses penyisiran di beberapa titik,” tuturnya.
Ia sekaligus mengimbau masyarakat agar lebih meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di sekitar sungai, terutama pada musim penghujan. Debit air yang dapat meningkat secara tiba-tiba serta arus yang kuat berpotensi menimbulkan risiko serius bagi keselamatan.
Dengan ditemukannya korban, operasi SAR resmi dinyatakan selesai. Seluruh personel yang terlibat kemudian kembali ke pos masing-masing setelah memastikan seluruh tahapan penanganan berjalan sesuai ketentuan. Sementara itu, keluarga korban menerima jenazah dengan penuh duka dan berharap peristiwa ini dapat menjadi pelajaran berharga bagi masyarakat luas untuk lebih mengutamakan keselamatan saat beraktivitas di lingkungan sungai.
