Jember – Seperti menyalakan obor di tengah perjalanan panjang pendidikan nasional, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti meresmikan 132 satuan pendidikan hasil revitalisasi di Kabupaten Jember. Peresmian yang dipusatkan di SMAN 1 Balung pada Sabtu (21/2/2026) itu menjadi simbol komitmen pemerintah mempercepat perbaikan infrastruktur sekolah hingga pelosok negeri.
Abdul Mu’ti hadir langsung untuk menandatangani sekaligus meresmikan revitalisasi sekolah dari berbagai jenjang, mulai taman kanak-kanak hingga sekolah menengah kejuruan. Program ini merupakan bagian dari prioritas nasional yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto, dengan target besar pembenahan puluhan ribu sekolah hingga 2029. Pada tahun sebelumnya, pemerintah telah menuntaskan revitalisasi 16.167 satuan pendidikan di seluruh Indonesia dengan capaian 100 persen.
“Ini adalah bagian dari program prioritas Bapak Presiden Prabowo Subianto. Pada tahun 2025 yang lalu, alokasi revitalisasi di seluruh Indonesia sebanyak 16.167 satuan pendidikan dan sudah selesai 100 persen, Alhamdulillah,” ujar Abdul Mu’ti.
Khusus di Jember, sebanyak 132 sekolah dari jenjang TK, SD, SMP, SMA, hingga SMK kini telah diperbaiki sarana dan prasarananya. Langkah ini, menurut Mu’ti, bukan sekadar mempercantik gedung, tetapi memperkuat fondasi mutu pendidikan. Ia menegaskan, pembenahan fisik sekolah menjadi salah satu instrumen penting untuk menciptakan suasana belajar yang aman dan kondusif bagi siswa.
Pemerintah juga memastikan program revitalisasi sekolah berlanjut pada tahun 2026 dengan skema swakelola. Dalam APBN, telah dialokasikan anggaran untuk sekitar 11.470 satuan pendidikan di seluruh Indonesia. Skema ini memungkinkan masing-masing sekolah mengelola langsung proses pembangunan atau perbaikan, dengan tetap mengikuti standar dan pengawasan pemerintah pusat.
Lebih jauh, Abdul Mu’ti mengungkapkan rencana penambahan anggaran yang tengah diajukan kepada Kementerian Keuangan melalui Komisi X DPR RI. Usulan itu bertujuan merealisasikan tambahan 60.000 satuan pendidikan yang akan direvitalisasi, sesuai arahan Presiden saat peringatan Hari Guru.
“Jika ada tambahan anggaran, maka total yang akan kita revitalisasi menjadi sekitar 71.000 satuan pendidikan. Harapan kami, secara bertahap sebelum tahun 2029 seluruh sekolah di Indonesia dapat kita revitalisasi,” jelasnya.
Saat ini, proses verifikasi dan validasi untuk program tahun 2026 masih berlangsung melalui sistem pengajuan daring. Pendekatan swakelola dipilih karena dinilai memberikan dampak ganda. Selain mempercepat perbaikan fisik sekolah, kebijakan ini juga mendorong partisipasi masyarakat setempat dalam proses pembangunan.
“Semua yang bekerja adalah masyarakat setempat, material dibeli di daerah, sehingga selain sekolah-sekolah dapat kita perbaiki, juga ada penyerapan tenaga kerja dan menggerakkan ekonomi daerah. Ini bukti bahwa pemerintah tidak mengabaikan kualitas pendidikan,” tegasnya.
Revitalisasi sekolah ini diharapkan menjadi investasi jangka panjang bagi pembangunan sumber daya manusia Indonesia. Dengan infrastruktur yang memadai, pemerintah optimistis kualitas pembelajaran akan meningkat dan kesenjangan pendidikan antarwilayah dapat ditekan secara bertahap hingga target nasional tercapai sebelum 2029. (ADV).
