Mojokerto – Di kaki pegunungan Pacet yang sejuk, sambutan meriah mengiringi langkah Wakil Presiden Republik Indonesia saat memasuki kompleks Pondok Pesantren Amanatul Ummah. Tepuk tangan para santri berpadu dengan semangat para relawan, menciptakan suasana hangat yang mencerminkan kuatnya ikatan antara pesantren dan negara.
Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, melakukan kunjungan kerja ke Pondok Pesantren Amanatul Ummah, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, pada Selasa (3/2/2026). Kunjungan ini merupakan bagian dari agenda silaturahmi pemerintah pusat dengan kalangan pesantren dan institusi pendidikan keagamaan. Kedatangan Wapres disambut antusias oleh para santri, pengasuh pondok pesantren, serta relawan Gibranku yang turut hadir sejak pagi hari.
Dalam pertemuan tersebut, Wapres Gibran menegaskan bahwa pesantren memiliki peran strategis dalam membentuk generasi muda Indonesia yang tidak hanya berakhlak kuat, tetapi juga mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman. Menurutnya, di tengah laju transformasi digital yang kian cepat, pesantren diharapkan tetap menjadi benteng moral sekaligus pusat pengembangan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing.
“Pesantren adalah pilar penting bangsa. Dari sinilah lahir generasi yang memiliki nilai keagamaan, nasionalisme, dan kesiapan menghadapi tantangan masa depan,” ujar Gibran dalam dialog singkat bersama santri dan pengasuh pondok pesantren.
Ketua Relawan Gibranku, Ananta Agung Junaedy yang akrab disapa Bro Eddy, menyampaikan bahwa kunjungan Wapres ke Pondok Pesantren Amanatul Ummah memiliki makna strategis, baik bagi pesantren maupun relawan. Ia menilai perhatian pemerintah pusat terhadap pendidikan keagamaan merupakan sinyal positif dalam memperkuat kolaborasi lintas sektor.
“Agenda ini menjadi wujud nyata perhatian pemerintah pusat terhadap pesantren dan pendidikan keagamaan, terutama dalam menghadapi tantangan era digital yang semakin kompleks,” ungkap Bro Eddy dalam keterangannya.
Menurut Bro Eddy, pesantren memiliki posisi penting dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan serta menjadi mitra pemerintah dalam menyiapkan sumber daya manusia yang unggul, berkarakter, dan berintegritas. Ia juga menekankan bahwa sinergi antara pemerintah dan pesantren perlu terus diperkuat agar transformasi digital dapat berjalan seiring dengan penguatan moral dan budaya bangsa.
Sementara itu, Broriki, salah satu anggota Relawan Gibranku yang turut hadir, menambahkan bahwa keterlibatan aktif pemerintah dalam dunia pesantren diharapkan mampu menjembatani kebutuhan santri dengan perkembangan teknologi. Ia menilai pesantren tidak boleh tertinggal, namun juga tidak boleh kehilangan jati diri.
“Sinergi pemerintah dan lembaga pendidikan keagamaan sangat diperlukan agar kemajuan teknologi tetap selaras dengan nilai moral dan budaya bangsa,” jelasnya.
Rangkaian kegiatan kunjungan ditutup dengan dialog singkat antara Wapres Gibran, para santri, serta pengasuh pondok pesantren. Wapres juga meninjau sejumlah fasilitas pendidikan yang ada di lingkungan Pondok Pesantren Amanatul Ummah, mulai dari ruang belajar hingga sarana penunjang kegiatan santri.
Kunjungan ini diharapkan dapat mempererat hubungan antara pemerintah dan pesantren, sekaligus mendorong peran aktif pesantren dalam mendukung pembangunan nasional melalui pendidikan karakter dan penguatan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
