Sijunjung – “Sisir sampai ke kamar hunian” menjadi langkah petugas dalam menjaga keamanan Lapas Kelas IIB Muaro Sijunjung. Razia gabungan bersama aparat penegak hukum, Rabu (23/9/2026), menemukan sejumlah barang yang tidak semestinya berada di lingkungan pemasyarakatan, mulai dari sendok besi, pisau cukur, kartu permainan hingga kabel dan benda lainnya.
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 09.00 WIB tersebut dipimpin langsung Kepala Lapas Kelas IIB Muaro Sijunjung Ahmad Junaidi bersama jajaran. Petugas lapas dalam pelaksanaannya bersinergi dengan personel Kodim 0310/SS, Polres Sijunjung, serta Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Sawahlunto. Selain melakukan penggeledahan kamar warga binaan pemasyarakatan (WBP), tim gabungan juga melaksanakan tes urine sebagai langkah pencegahan peredaran dan penyalahgunaan narkotika di dalam lapas.
Penggeledahan difokuskan pada sejumlah kamar di Blok Edelweis dan Blok Bougenvile. Di Blok Edelweis, petugas memeriksa kamar 01 yang ditempati 16 WBP, kamar 02 dengan 18 WBP, kamar 03 sebanyak 18 WBP, serta kamar 06 yang dihuni 16 WBP.
Sementara itu, di Blok Bougenvile petugas melakukan pemeriksaan terhadap kamar 09 dan kamar 10 yang masing-masing dihuni 13 WBP. Pemeriksaan juga dilakukan di kamar 11 dengan jumlah penghuni 15 WBP dan kamar 12 yang ditempati 11 WBP. Secara keseluruhan, delapan kamar yang menjadi sasaran pemeriksaan tersebut dihuni 120 warga binaan.
Dari proses penggeledahan, petugas mengamankan empat sendok berbahan besi, dua pisau cukur, satu botol kaca, satu set kartu ceki, satu set kartu remi serta satu kotak rokok berbahan besi. Selain itu, turut ditemukan delapan korek api, satu batu, satu potong tali, dan satu kabel.
Seluruh barang yang ditemukan dalam kegiatan tersebut kemudian diamankan dan langsung dimusnahkan oleh petugas. Tindakan itu dilakukan untuk mengantisipasi penggunaan benda-benda tersebut yang berpotensi mengganggu keamanan maupun ketertiban di dalam lingkungan lapas.
Rangkaian pemeriksaan tidak berhenti pada penggeledahan kamar. Tim BNNK Sawahlunto bersama Polres Sijunjung selanjutnya melakukan tes urine terhadap 20 WBP yang dipilih secara acak. Pemeriksaan dilaksanakan di Klinik Lapas Kelas IIB Muaro Sijunjung.
Hasil pemeriksaan menunjukkan seluruh warga binaan yang menjadi sampel dinyatakan negatif. Dengan demikian, dari 20 WBP yang mengikuti tes urine dalam kegiatan tersebut tidak ditemukan hasil positif berdasarkan pemeriksaan yang dilakukan pada hari itu.
Razia gabungan tersebut menjadi salah satu upaya Lapas Kelas IIB Muaro Sijunjung untuk memperkuat pengawasan dan menjaga kondisi lingkungan pemasyarakatan tetap aman serta tertib. Langkah pengawasan juga diarahkan untuk menutup kemungkinan masuk dan beredarnya barang-barang yang dilarang di dalam lapas.
Pihak Lapas Kelas IIB Muaro Sijunjung menyatakan kegiatan serupa tidak hanya dilakukan dalam agenda yang telah dijadwalkan. Razia juga akan dilaksanakan secara rutin maupun insidentil sebagai bagian dari upaya deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban.
“Berkomitmen mewujudkan Zero Halinar dan Bersinar,” demikian komitmen Lapas Kelas IIB Muaro Sijunjung dalam laporan kegiatan tersebut.
Zero Halinar merupakan komitmen jajaran pemasyarakatan untuk mewujudkan lingkungan lapas yang bebas dari handphone ilegal, pungutan liar, dan narkoba. Komitmen tersebut menjadi bagian dari penguatan integritas sekaligus pengawasan terhadap berbagai bentuk pelanggaran di lingkungan pemasyarakatan.
Pelibatan unsur TNI, Polri, dan BNNK dalam razia sekaligus menjadi bentuk penguatan koordinasi lintas instansi dalam menjaga keamanan lapas. Sinergi tersebut terutama dibutuhkan dalam upaya pencegahan peredaran narkotika maupun barang lain yang dapat mengganggu pelaksanaan pembinaan warga binaan.
Hingga seluruh rangkaian penggeledahan kamar dan pemeriksaan urine selesai, situasi di Lapas Kelas IIB Muaro Sijunjung dilaporkan berlangsung aman dan tertib. Razia berkala dan pengawasan berkelanjutan diharapkan mampu menjaga lingkungan lapas tetap kondusif sekaligus mendukung pelaksanaan pembinaan terhadap warga binaan.
