Agam – Ramadan bukan sekadar pergantian bulan dalam kalender Hijriah, melainkan ruang pembinaan diri yang sarat makna. Di tengah suasana menyambut datangnya Ramadan 1447 Hijriah, keluarga besar SMKN 1 Tilatang Kamang memaknainya sebagai momentum memperkuat karakter dan etos kerja peserta didik.
Ucapan selamat menunaikan ibadah puasa disampaikan langsung oleh Kepala SMKN 1 Tilatang Kamang, Salim Ahmad, S.Pd., pada Selasa (24/2/2026). Ia menyampaikan pesan tersebut kepada seluruh siswa, majelis guru, tenaga kependidikan, orang tua, serta masyarakat sekitar sekolah. Menurutnya, bulan suci memiliki relevansi kuat dengan pendidikan kejuruan yang menekankan kesiapan memasuki dunia kerja dan dunia usaha.
Dalam keterangannya, Salim Ahmad menilai bahwa nilai-nilai dalam ibadah puasa sejalan dengan pembentukan karakter siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Puasa, kata dia, bukan hanya ibadah ritual, melainkan proses latihan mental dan spiritual yang berdampak pada sikap profesionalisme.
“Puasa bukan hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga melatih kesabaran, kejujuran, kedisiplinan, serta integritas. Nilai-nilai inilah yang menjadi fondasi utama dalam membentuk tenaga kerja yang profesional dan berakhlak,” ujarnya.
Ia menjelaskan, karakter tersebut sangat dibutuhkan dalam dunia industri dan kewirausahaan yang menuntut tanggung jawab serta konsistensi. Oleh sebab itu, Ramadan dinilai menjadi momen tepat untuk memperkuat pembinaan akhlak sekaligus meningkatkan motivasi belajar.
Sebagai bentuk implementasi, SMKN 1 Tilatang Kamang menggelar kegiatan Pesantren Ramadan yang terintegrasi dengan proses pembelajaran selama bulan suci. Program ini diisi dengan tadarus Al-Qur’an, tausiyah, kajian keislaman, praktik ibadah, serta pembinaan akhlak. Kegiatan tersebut dirancang untuk menyeimbangkan penguatan spiritual dan kecakapan vokasional siswa.
Salim Ahmad menegaskan bahwa sekolah mendukung penuh kegiatan Pesantren Ramadan karena selaras dengan profil lulusan yang diharapkan. Menurutnya, membentuk peserta didik yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa menjadi prioritas utama sebelum membekali mereka dengan kompetensi teknis dan kemampuan kolaborasi.
“Melalui Pesantren Ramadan, kita ingin membangun keseimbangan antara kecerdasan intelektual, keterampilan vokasional, dan kekuatan spiritual. Inilah fondasi utama dalam mencetak generasi yang siap kerja sekaligus berkarakter,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan para siswa agar tetap produktif dan menjaga semangat belajar meski menjalankan ibadah puasa. Menurutnya, kedisiplinan dalam mengatur waktu antara belajar dan beribadah justru menjadi latihan nyata membangun etos kerja yang kuat.
Menutup penyampaiannya, Salim Ahmad menyampaikan permohonan maaf lahir dan batin atas segala kekhilafan. Ia berharap Ramadan tahun ini menjadi titik tolak lahirnya generasi muda yang terampil, disiplin, serta memiliki integritas tinggi.
Dengan semangat Ramadan 1447 Hijriah, SMKN 1 Tilatang Kamang berkomitmen terus mencetak lulusan unggul dalam kompetensi dan kokoh dalam iman serta takwa. Bagi sekolah ini, pendidikan bukan hanya soal keterampilan teknis, tetapi juga pembentukan karakter sebagai bekal utama menghadapi tantangan masa depan.
