Transformasi luar biasa terjadi di Danau Polder Ilham Maulana, yang dulunya hanya bekas galian tambang di tengah kota Sangatta. Kini, kawasan ini menjelma menjadi ruang terbuka hijau multifungsi yang menggabungkan estetika, edukasi, dan fungsi pengendali banjir.
Terletak di Jalan Ilham Maulana, dekat Pasar Induk Sangatta Utara, danau ini memiliki luas dengan jogging track ± 2,5 km yang mengelilingi waduk. Fasilitas lengkap tersedia di sekeliling danau: dari area memancing, lapangan voli, voli pantai, jalur sepeda, hingga mini sirkuit motor untuk aktivitas komunitas otomotif.
Tak hanya itu, ada pula musala, pujasera, dan panggung seni budaya—menjadikan polder ini sebagai titik temu warga, pelajar, dan wisatawan lokal.
Setiap sore, kawasan ini ramai dikunjungi untuk olahraga, bersantai, hingga menikmati kuliner kaki lima. Suasana damai dari air danau, rindangnya pepohonan, serta angin semilir membuat tempat ini cocok sebagai ruang lepas penat di tengah aktivitas harian kota tambang.
Namun, tantangan pengelolaan masih menjadi pekerjaan rumah. Masih ditemukan genangan, tumpukan sampah, dan belum lengkapnya pengamanan tepi danau. Status pengelolaan yang belum jelas antara dinas PUPR dan OPD lainnya juga memperlambat revitalisasi menyeluruh.
Meski begitu, rencana jangka panjang telah disusun: revitalisasi 60% area sebagai ruang rekreasi modern, sisanya tetap alami. Pemerintah juga mulai membentuk UPTD untuk pemeliharaan dan sistem keamanan lebih baik, termasuk imbauan tentang potensi kemunculan buaya.
Acara seperti Kemilau Batik Festival telah digelar sukses di sini, menunjukkan bahwa Danau Polder bukan sekadar tempat, tapi juga panggung budaya dan kreativitas komunitas.
Dengan sinergi antara warga dan pemerintah, Danau Polder Ilham Maulana layak menjadi simbol smart tourism dan wajah baru Kota Sangatta.
