Sangatta – Suara optimisme menggema dari ruang Podcast Bangga Kencana pada Selasa (23/9/2025). Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) kembali mengukuhkan perannya sebagai salah satu strategi penting dalam menyiapkan generasi emas Indonesia 2045. Melalui diskusi interaktif, sejumlah narasumber lintas instansi hadir untuk memberikan wawasan mendalam mengenai isu kependudukan yang krusial bagi remaja.
Diskusi ini menghadirkan Sekretaris Perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Timur, Al Khafid Hidayat, perwakilan Dinas Pendidikan Kutai Timur, Hj. Irma Yuwinda, serta pendidik Asri. Jalannya acara dipandu langsung oleh Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kutim, Achmad Junaidi B., yang menegaskan pentingnya memanfaatkan media digital sebagai saluran komunikasi strategis.
Dalam sesi dialog, para narasumber menyoroti isu-isu yang kerap mengancam remaja, seperti penyalahgunaan narkoba, HIV/AIDS, seks bebas, dan pernikahan dini. Menurut mereka, SSK bukan hanya wadah edukasi formal, tetapi juga ruang pembentukan kesadaran kritis pelajar agar mampu membuat keputusan sehat di masa depan.
“Dimulai dari sekolah siaga kependudukan ini, kita bisa memberikan pemahaman tentang berbagai risiko yang dihadapi generasi muda. Pesan-pesan ini wajib terus kita sampaikan,” ujar salah satu narasumber.
Kepala DPPKB Kutim, Achmad Junaidi B., juga menegaskan bahwa podcast dapat menjadi sarana yang lebih dekat dengan masyarakat, terutama generasi muda yang akrab dengan teknologi digital.
“Melalui podcast ini, kita memaksimalkan ruang untuk menyampaikan pesan percepatan program penanganan stunting dan isu-isu kependudukan lainnya kepada masyarakat,” jelasnya.
Keberadaan SSK di Kutai Timur dipandang sebagai investasi jangka panjang. Program ini tidak hanya mengajarkan soal kesehatan reproduksi dan perencanaan keluarga, tetapi juga menguatkan kesadaran kependudukan sebagai bekal menyongsong Indonesia Emas 2045.
Dengan dukungan teknologi seperti podcast, pesan-pesan edukasi kini dapat menjangkau lebih luas, mendorong generasi muda agar lebih siap menghadapi tantangan global sekaligus menjadi motor penggerak pembangunan daerah.
