Kediri – Penjabat Wali Kota Kediri, Zanariah, mengingatkan seluruh peserta Pekan Olahraga dan Seni Antar-Diniyyah (Porsadin) II Kota Kediri 2024 untuk selalu menjunjung tinggi sportivitas.
Dalam sambutannya di Kediri pada Sabtu, Zanariah menekankan pentingnya acara ini sebagai sarana membangun sumber daya manusia yang berkarakter tangguh dan sportif.
Olahraga dan Seni: Membentuk Karakter dan Kreativitas
Zanariah menyatakan bahwa olahraga dan seni bukan hanya sekadar aktivitas, tetapi juga sarana memupuk jiwa yang sehat, disiplin, dan kompetitif.
“Olahraga ini bukan hanya sekadar aktivitas tapi sarana memupuk jiwa yang sehat, disiplin dan kompetitif. Sementara seni sebagai ungkapan nilai keindahan dan kreativitas,” katanya, Jumat (12/7/24) malam.
Pekan Olahraga dan Seni Antar-Diniyyah II Kota Kediri 2024 ini juga menjadi wadah komunikasi bagi madrasah diniyah takmiliyah pada tingkat ula (dasar), wustha (menengah pertama), dan ulya (menengah tinggi). Acara ini tidak hanya sekadar ajang perlombaan, tetapi juga kesempatan mempererat tali persaudaraan antarmadrasah diniyah di Kota Kediri.
Pengaruh Positif bagi Santri dan Masyarakat
Zanariah menambahkan bahwa acara ini membawa sisi positif bagi santri, madrasah diniyah, dan masyarakat. Acara ini merupakan wujud pendidikan agama Islam yang berperan mencetak generasi berilmu, beriman, bertakwa, dan berakhlak karimah.
“Keberadaannya memberikan dampak signifikan terutama dalam pembentukan karakter bangsa, karena anak-anak ini nantinya menjadi pemimpin di Indonesia emas 2045,” ujarnya.
Sebagai lembaga keagamaan, madrasah juga turut berkontribusi meningkatkan indeks pembangunan manusia di Kota Kediri, yang sejak 2020 tumbuh rata-rata 0,93 persen per tahun. Zanariah juga memberi semangat kepada seluruh peserta lomba untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya, tidak mudah menyerah, dan terus meningkatkan kualitas latihan.
Persiapan untuk Kompetisi Tingkat Jawa Timur dan Nasional
Dalam pertandingan ini, peserta yang menang diharapkan dapat berkompetisi di Porsadin tingkat Jawa Timur di Mojokerto dan dilanjutkan ke Porsadin tingkat nasional di Lampung. Zanariah juga mengingatkan pentingnya bijak menggunakan gawai, terutama dalam belajar dari YouTube tentang cara atlet dan seniman dunia berlatih.
Ketua Pondok Pesantren Wali Barokah Kota Kediri, K.H. Sunarto, juga mengapresiasi kegiatan ini yang dinilai sangat positif.
“Tentunya lewat olahraga dan seni keagamaan, mudah-mudahan Kota Kediri akan semakin lebih baik,” katanya.
Pesantren Wali Barokah mengirimkan wakilnya untuk berkompetisi dalam empat cabang: lari, bulu tangkis, kaligrafi, dan Tahfidz Quran.
Kegiatan Porsadin II Kota Kediri 2024 yang digelar pada 11-13 Juli 2024 ini diikuti oleh sekitar 100 madrasah dengan jumlah peserta sekitar 350 orang. Terdapat 13 cabang yang dipertandingkan, baik olahraga maupun seni.
