Ledakan rasa manis ini hadir dari camilan sederhana yang kini naik kelas di tangan anak muda Kutai Timur: Pisang Kopong Isi Cokelat dan Wijen. Tak sekadar gorengan, jajanan ini menyuguhkan sensasi kriuk luar-lumer dalam, membuatnya cepat viral di kalangan pelajar, mahasiswa, hingga UMKM rumahan.
Berbeda dari pisang goreng biasa, pisang kopong punya ciri khas pada bagian tengah yang kosong, tempat isian seperti cokelat meleleh dan wijen panggang disuntikkan. Setelah digoreng kembali hingga garing keemasan, rasanya jadi kombinasi unik: manis, gurih, dan memikat di setiap gigitan.
“Rasanya kaya dan nggak ngebosenin. Apalagi pas dimakan hangat, cokelatnya meleleh di mulut,” ungkap Tia (19), pelanggan tetap salah satu gerobak pisang kopong di Simpang Yos Sudarso, Sangatta.
Camilan ini digemari bukan hanya karena rasa, tapi juga karena harga yang terjangkau. Dengan Rp5.000–Rp10.000, siapa pun bisa menikmati varian isi seperti keju, meses, matcha cream, bahkan red velvet. Beberapa kreasi lokal menyajikan versi bakar oven untuk alternatif sehat, dengan taburan kayu manis dan madu Kalimantan sebagai pemanis alami.
Tidak heran jika pisang kopong kini menjadi bintang di berbagai bazar UMKM, car free day, hingga lomba wirausaha pelajar. Inovasinya pun terus berkembang, didukung oleh pelatihan kuliner kreatif dari Dinas Perindustrian Kutim dan komunitas digital foodpreneur.
UMKM seperti “Lumer Bakar”, “Crispy Squad”, dan “Pisang & Kopi” mencatat peningkatan omzet berkat keunikan produk dan strategi pemasaran online. Mereka memanfaatkan kemasan standing pouch, logo kekinian, dan katalog WhatsApp serta ShopeeFood untuk menarik konsumen generasi digital.
Cita rasa lokal ini pun mulai dikenal di luar Sangatta. Sejumlah pelaku usaha bahkan telah mendaftarkan merek dagangnya, dengan harapan bisa ekspansi ke kota besar seperti Balikpapan dan Samarinda.
Pisang Kopong adalah simbol keberanian berinovasi dari dapur rakyat. Dari bahan sederhana, tercipta produk yang digemari banyak kalangan dan berpeluang jadi ikon kuliner modern Kutai Timur.
