Samarinda – Di tengah lengangnya suasana jelang 1 Syawal 1446 H, suara spiritual menggema dari gedung parlemen Kalimantan Timur. Dr. Agusriansyah Ridwan Wakil Ketua Bapemperda dan Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Kalimantan Timur, menyerukan ajakan mendalam kepada masyarakat untuk menyambut Idulfitri dengan hati yang bersih dan pikiran yang jernih.
Sebagai wakil rakyat dari Dapil VI yang meliputi Kota Bontang, Kabupaten Kutai Timur, dan Berau, Agusriansyah menyampaikan bahwa Ramadan adalah bulan istimewa, penuh rahmat dan ampunan dari Allah SWT. Ia mengajak umat Muslim untuk merefleksikan makna Ramadan dan menjadikannya momentum transformasi diri menuju ketakwaan.
“Kita sudah di penghujung bulan suci Ramadan 1446 H, bulan yang penuh keberkahan, maghfirah, dan rahmat Allah SWT. Semoga kita benar-benar memasuki 1 Syawal dengan kesucian hati dan kejernihan dalam berpikir,” ucap Agusriansyah, Ahad (30/3/2025).
Menurutnya, Ramadan bukan sekadar ritual ibadah, tetapi proses pembentukan karakter dan spiritualitas yang mengajak manusia untuk membersihkan diri dari hal-hal negatif, serta mengoptimalkan peran sebagai makhluk bermanfaat bagi alam semesta.
Ia juga mengingatkan tentang keutamaan malam Lailatul Qadar dan pentingnya memperbanyak doa serta amal saleh di akhir bulan suci ini. Harapannya, seluruh umat Muslim dapat keluar dari Ramadan sebagai insan yang lebih bertakwa dan peduli terhadap sesama.
“Semoga kita dikelompokkan oleh Allah ke dalam orang-orang yang bertakwa,” tambahnya.
Mengakhiri pesannya, Agusriansyah mengucapkan kalimat penuh kehangatan khas Idulfitri.
“Taqabbalallahu minna wa minkum taqabbal yaa kariim, wa ja’alanallahu wa iyyakum minal ‘aidin wal faizin wal maqbulin, kullu ‘aamin wa antum bi khair. Minal Aidin wal Faizin, mohon maaf lahir dan batin,” tutupnya.
Ucapan ini menjadi pengingat akan pentingnya silaturahmi, saling memaafkan, dan mempererat kebersamaan di tengah masyarakat yang beragam.
Dengan pesan spiritual itu, Dr. Agusriansyah berharap Ramadan tidak hanya menjadi kenangan tahunan, tetapi warisan nilai yang terus hidup dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Kalimantan Timur.
