Mojokerto – “Unduh-Unduh bukan sekadar seremoni. Ia adalah simbol syukur dan kebersamaan.” Kalimat itu dilontarkan Bupati Mojokerto, Muhammad Albarraa, saat menghadiri Ibadah Syukur Hari Ulang Tahun ke-12 Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) Tumpak, Desa Sidoharjo, Kecamatan Gedeg, pada Minggu (19/10/2025).
Di tengah suasana hangat penuh kebersamaan, kegiatan lelang hasil bumi yang dikenal dengan sebutan “Unduh-Unduh” digelar sebagai bagian dari perayaan. Tradisi ini tidak hanya menandai syukur atas panen, tetapi juga menjadi medium memperkuat solidaritas dan semangat gotong royong di tengah masyarakat multikultural Mojokerto.
Bupati yang akrab disapa Gus Barra itu mengajak masyarakat untuk menjadikan tradisi lokal sebagai pengikat persatuan di tengah keberagaman. Ia menilai GKJW Tumpak telah berkontribusi besar dalam membangun toleransi dan keharmonisan lintas iman.
“GKJW Tumpak tidak hanya hadir sebagai tempat beribadah, tetapi juga menjadi pelita bagi lingkungan sekitar. Inilah contoh bagaimana iman, budaya, dan gotong royong dapat berjalan beriringan,” kata Gus Barra dalam sambutannya.
Ia juga menegaskan pentingnya merawat kerukunan agar pembangunan berjalan maksimal. Menurutnya, kedamaian adalah pondasi utama bagi tumbuhnya peradaban dan kemajuan daerah.
“Tanpa kedamaian, pembangunan tidak akan berjalan maksimal, dan tanpa kasih, kerja keras kehilangan makna,” lanjutnya.
Kegiatan Unduh-Unduh sendiri diwarnai dengan lelang berbagai hasil panen, makanan tradisional, hingga kerajinan lokal yang dibawa oleh warga jemaat. Hasil lelang digunakan untuk mendukung kegiatan sosial gereja dan komunitas.
Ketua panitia menyebutkan bahwa antusiasme masyarakat sangat tinggi, dan acara ini menjadi ruang kebersamaan lintas usia, agama, dan latar belakang sosial.
Bupati Mojokerto secara resmi membuka kegiatan lelang dengan penuh kehangatan. Ia berharap, Unduh-Unduh dapat terus menjadi tradisi yang tidak hanya dirayakan oleh umat GKJW, tetapi juga masyarakat luas sebagai warisan budaya yang kaya nilai spiritual dan sosial.
“Unduh-Unduh bukan hanya milik gereja, tetapi milik kita semua sebagai warga Mojokerto,” pungkasnya.
Acara HUT ke-12 GKJW Tumpak pun diakhiri dengan doa bersama, harapan, dan semangat baru untuk terus melayani, menjaga toleransi, dan memperkuat persaudaraan di tengah kehidupan masyarakat yang majemuk.
