Jakarta – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, mengungkapkan bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta masih dalam tahap diskusi mengenai kemungkinan menambah kuota peserta Program Mudik Gratis 2025. Program yang telah dibuka dengan kuota 22.000 peserta ini langsung penuh dalam waktu kurang dari satu hari, menunjukkan tingginya animo masyarakat.
“Kami sudah membuka pendaftaran 22.000 peserta, nggak sampai satu hari terpenuhi. Kami sedang memikirkan untuk itu, apakah perlu penambahan kuota,” ujar Pramono di Jakarta, Senin (17/3/2025).
Pemprov DKI Jakarta berencana mengumumkan keputusan terkait tambahan kuota dalam satu hingga dua hari ke depan. Menurut Pramono, jika memungkinkan, kuota akan ditambah, tetapi saat ini pemerintah masih mengevaluasi kapasitas yang tersedia.
“Kalau memang ada kemampuan untuk melakukan penambahan, pasti saya akan tambah. Tetapi intinya adalah pemerintah Jakarta sekarang sudah memutuskan dengan 22.000 keputusan yang minggu lalu,” kata Pramono.
Sementara itu, Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta telah mengonfirmasi bahwa pendaftaran gelombang kedua akan dibuka kembali mulai 19 Maret 2025. Informasi ini telah diumumkan melalui akun Instagram resmi mereka, @dishubdkijakarta. Calon peserta dapat mendaftar secara daring melalui laman mudikgratis.jakarta.go.id, dengan proses verifikasi dijadwalkan berlangsung dari 20 hingga 24 Maret 2025.
Peserta yang ingin mengikuti program ini diwajibkan menyiapkan sejumlah dokumen, termasuk Kartu Keluarga (KK), KTP DKI Jakarta sebagai prioritas, serta STNK jika membawa sepeda motor untuk mudik. Verifikasi peserta akan dilakukan di enam lokasi yang telah ditentukan, yakni Kantor Dinas Perhubungan DKI Jakarta serta kantor Suku Dinas Perhubungan di wilayah Jakarta Selatan, Jakarta Pusat, Jakarta Timur, dan Jakarta Barat.
Dengan tingginya permintaan, Pemprov DKI Jakarta kini dihadapkan pada tantangan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang ingin mudik dengan nyaman dan aman. Keputusan terkait penambahan kuota diharapkan dapat memberikan solusi bagi warga yang belum mendapatkan kesempatan untuk mengikuti program ini.
