Mojokerto – Ribuan warga membanjiri Lapangan Raden Wijaya di Kelurahan Surodinawan pada Senin (24/6) untuk merayakan hari jadi ke-106 Kota Mojokerto dengan bersalawat bersama Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf. Acara ini juga dijadikan momen untuk mengampanyekan perang terhadap rokok ilegal.
Sejak sore hari, jamaah sudah berdatangan dan mendapatkan edukasi dari petugas Bea Cukai Sidoarjo mengenai cara mengenali rokok tanpa pita cukai resmi. Edukasi ini menjadi bagian dari upaya pemerintah kota untuk memberantas peredaran rokok ilegal yang merugikan negara.
Penjabat (Pj) Wali Kota Mojokerto, Moh. Ali Mojokerto, menyampaikan bahwa salawat bersama ini diadakan sebagai bentuk ikhtiar untuk memohon syafaat bagi Kota Mojokerto. “Tuku cilok nang Suronatan, sambil beli minum es fanta, hari ini kita salawatan mohon berkah untuk Kota Mojokerto tercinta,” ucapnya dengan penuh semangat.
Habib Syech, ulama ternama asal Surakarta, dalam sambutannya mengajak seluruh jamaah untuk bersama-sama memerangi rokok ilegal, narkoba, dan judi online. “Mari kita bekerja sama dengan pemerintah, TNI, dan Polri menjadi masyarakat yang hebat dan cerdas. Karena orang yang cerdas tidak mungkin melakukan sesuatu yang tidak ada manfaatnya,” tegas Habib Syech.
Lantunan salawat yang dibawakan oleh Habib Syech diiringi oleh ribuan jamaah yang hadir dengan penuh khidmat. Acara tersebut ditutup dengan nyanyian “Yalal Wathon” dan lagu “Indonesia Raya”, menambah semarak perayaan hari jadi Kota Mojokerto.
