Jombang – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) gelontorkan miliaran rupiah guna rehab belasan satuan pendidikan melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) 2024.
Nantinya 11 Sekolah Dasar Negeri (SDN) yang tersebar di wilayah setempat akan direhab tahun ini. Nantinya total anggaran rehab sebanyak Rp7.636.125.974 atau Rp 7,6 miliar sudah disiapkan.
Menurut Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Jombang, Senen pengerjaan masing-masing sekolah penerima berbeda. “Anggaran Rp 7,6 miliar sudah disiapkan,” ucap Senen, Sabtu (8/6/2024).
Rehab ini meliputi pembangunan perpustakaan, sekolah, pembangunan rumah laboratorium komputer, rehabilitasi ruang guru, ruang UKS, toilet dan ruang kelas.
“Tingkat kerusakan sekolah berbeda. Itu juga berpengaruh terhadap pekerjaan dan pembangunan ataupun rehabilitasinya,” katanya.
Senen mengatakan, rehabilitasi 11 sekolah dasar berbeda dengan rehabilitasi 19 SDN dibiayai APBD yang kesemuanya menggunakan metode penunjukan langsung (PL).
Semua pekerjaan dari DAK menggunakan metode lelang. Saat ini, semua berkas sudah dalam tahap pengajuan pengadaan barang dan jasa (PBJ).
Setelah dokumen diterima LPSE Pemkab Jombang, Senen berharap secepatnya dilakukan proses lelang pekerjaan. Kendati, usai dokumen masuk ke PBJ, biasanya ada beberapa tahapan lagi. Seperti proses pendampingan yang biasanya membutuhkan waktu cukup lama karena harus mengantre.
Adapun 11 SDN yang menerima rehab fisik melalui DAK itu di antaranya yakni SDN Plosogeneng 3 Kecamatan Jombang. Lalu SDN Jarak 2 Kecamatan Wonosalam, serta SDN Mojoduwur Kecamatan Mojowarno.
Kemudian SDN Krembangan 2 Kecamatan Gudo, dan SDN Balonggemek 2 Kecamatan Megaluh. SDN Pulogedang 1 Kecamatan Tembelang, SDN Denanyar 3 Kecamatan Jombang, SDN Madiopuro Kecamatan Sumobito, dan SDN Wonosalam 4 Kecamatan Wonosalam.
“Termasuk menjadi sekolah penerima bantuan yakni SDN Kepuhkembeng 3 Kecamatan Peterongan. Serta terakhir SDN Gadingmangu 1 di Kecamatan Perak,” ungkapnya.
Sementara jumlah keseluruhan pekerjaan di 11 SDN penerima tadi berjumlah 38 paket. Masing-masing satuan pendidikan bisa terdapat 3 sampai 5 kegiatan.
“Istilahnya konsolidasi, ada beberapa pekerjaan di satu SDN penerima bantuan rehab fisik melalui DAK. Namun rekanan pemenangnya tetap satu, dengan jumlah kegiatan mulai 1 sampai 5 pekerjaan,” pungkas Senen.
