Bondowoso – Gerak Jalan Tapen–Sukosari–Sumber Wringin (Taring) ke-19 tahun ini tak sekadar adu ketangkasan dan kekompakan. Ajang yang menempuh jarak sekitar tujuh kilometer tersebut tampil lebih semarak dengan balutan Pawai Budaya, Sabtu (29/8/2026).
Ribuan masyarakat memadati sepanjang jalur hingga kawasan finish di depan Kantor Kecamatan Sumber Wringin. Beragam busana adat dan potensi kearifan lokal ditampilkan peserta, menjadikan gelaran Taring ke-19 sebagai panggung budaya sekaligus ruang promosi potensi daerah.
Salah satu yang mencuri perhatian yakni CV. Aldabil Coffee, produsen kopi lokal yang beralamat di Desa Sukosari, Kecamatan Sukosari, Kabupaten Bondowoso, melalui merek dagang Rembo Coffee.
Pimpinan dan staf CV. Aldabil Coffee turun langsung mengikuti pawai dengan mengenakan busana adat. Kehadiran mereka menjadi cara tersendiri untuk memperkenalkan produk kopi lokal sekaligus menunjukkan dukungan dunia usaha terhadap pelestarian budaya Bondowoso.
Tak hanya berjalan menyusuri rute, kontingen Rembo Coffee juga menyapa masyarakat yang antusias menyaksikan pawai. Momentum tersebut dimanfaatkan untuk membawa identitas kopi Arabika Ijen lebih dekat dengan masyarakat.
Pimpinan CV. Aldabil Coffee, H. Lusyanto (H. Lus), mengatakan keterlibatan pihaknya dalam Pawai Budaya Taring ke-19 merupakan bentuk kebanggaan sekaligus komitmen perusahaan terhadap potensi lokal.
«“Melangkah bersama masyarakat di Pawai Budaya Taring ke-19 adalah bentuk kebanggaan kami. Lewat Rembo Coffee, kami berkomitmen membawa cita rasa asli Ijen Arabica Premium untuk memperkuat identitas Bondowoso sebagai Republik Kopi yang kaya akan tradisi dan kualitas,” ujar H. Lus, Sabtu (29/8/2026).»
Ia menegaskan, kopi Arabika Ijen tidak hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga menjadi bagian dari identitas dan potensi unggulan Bondowoso yang perlu terus diperkenalkan.
“Bagi kami, kopi bukan hanya produk. Ada petani, budaya, dan identitas daerah yang ikut melekat di dalamnya. Karena itu, kami ingin ikut mengambil bagian dalam setiap ruang yang dapat memperkenalkan potensi Bondowoso,” tambahnya.
Kehadiran pelaku usaha kopi dalam kegiatan budaya dinilai menjadi bentuk sinergi antara sektor ekonomi, budaya, dan pariwisata. Apalagi kawasan Sukosari dan Sumber Wringin merupakan bagian dari wilayah penyangga kawasan Ijen yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan.
Gelaran Taring ke-19 pun berakhir dengan tertib dan semarak. Pawai budaya tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai agenda tahunan, tetapi mampu menjadi ruang kolaborasi antara pemerintah, pelaku UMKM, masyarakat, dan sektor pariwisata.
Bagi CV. Aldabil Coffee, membawa Rembo Coffee ke tengah masyarakat melalui Pawai Budaya Taring ke-19 menjadi bagian dari langkah memperkuat promosi kopi lokal sekaligus menjaga identitas Bondowoso sebagai daerah penghasil kopi berkualitas.
