Bondowoso – Kota Tape pada Selasa (19/8/2025) seakan menjelma panggung raksasa penuh warna. Ribuan pelajar dari berbagai sekolah di Bondowoso turun ke jalan dalam Pawai Budaya Hari Jadi Bondowoso (Harjabo) ke-206, menghadirkan atraksi budaya yang memikat ribuan pasang mata penonton. Sorak-sorai dan tepuk tangan mengiringi setiap penampilan, membuat suasana kota kian bergemuruh.
Pawai akbar ini dilepas langsung oleh Wakil Bupati Bondowoso, As’ad Yahya Syafi’i, S.E., bersama jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), dan tokoh masyarakat. Kehadiran mereka menambah kekhidmatan sekaligus kemeriahan tradisi tahunan tersebut.
Dalam sambutannya, As’ad menekankan bahwa pawai budaya bukan sekadar pesta rakyat semata, melainkan ruang strategis untuk menanamkan kecintaan generasi muda terhadap kearifan lokal.
“Pawai budaya ini adalah momentum berharga untuk melestarikan tradisi sekaligus meneguhkan semangat kebersamaan. Generasi muda harus bangga dengan budaya daerahnya, karena inilah jati diri yang akan memperkuat Bondowoso di masa depan,” ujarnya penuh semangat.
Atraksi budaya yang ditampilkan pun sangat beragam. Para pelajar mengenakan busana adat dari berbagai daerah di Nusantara, menarikan tarian tradisional penuh makna, hingga memainkan kesenian khas Bondowoso yang jarang tersaji di ruang publik. Keindahan warna-warni kostum dan alunan musik tradisional membuat penonton seperti diajak berkeliling Indonesia tanpa harus meninggalkan kota.
Warga Bondowoso tak melewatkan momen ini. Banyak yang mengabadikan jalannya pawai lewat kamera ponsel dan membagikannya ke media sosial, sehingga gaung Harjabo ke-206 semakin meluas.
Wakil bupati pun menyampaikan apresiasi kepada para pelajar, guru, hingga orang tua yang telah mendukung penuh terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, pawai budaya tidak hanya menjadi hiburan rakyat, tetapi juga sarana edukasi yang membentuk karakter generasi muda.
“Dengan kegiatan ini, kita berharap lahir generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga berkarakter, berbudaya, dan memiliki rasa bangga terhadap identitas Bondowoso,” tambahnya.
Lebih dari sekadar pesta budaya, Pawai Harjabo ke-206 menjadi simbol kebersamaan masyarakat Bondowoso dalam menjaga warisan leluhur. Di tengah derasnya arus modernisasi, semangat melestarikan tradisi tetap terjaga sebagai penguat jati diri daerah.
