Jakarta – Patroli Perintis Presisi Polda Metro Jaya kembali mencatat keberhasilan dalam menjaga ketertiban umum setelah menggagalkan dua rencana tawuran serta satu aksi balapan liar di wilayah Jakarta dan Bekasi, Jumat (17/10/2025) dini hari. Operasi cepat tanggap ini menjadi bukti efektivitas sinergi antara polisi dan masyarakat dalam mencegah gangguan keamanan.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Brigjen Pol. Ade Ary Syam Indradi, menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang aktif memberikan laporan dan informasi terkait potensi gangguan kamtibmas. “Kami menghaturkan terima kasih kepada masyarakat yang aktif memberikan informasi terkait potensi gangguan keamanan. Informasi itu segera ditindaklanjuti oleh tim patroli di lapangan,” ujarnya kepada wartawan pada Sabtu (18/10/2025).
Ade Ary menegaskan bahwa patroli rutin dilakukan untuk memastikan kehadiran polisi di tengah masyarakat sekaligus mencegah tindak kriminal yang dapat mengancam keselamatan warga. “Kami terus hadir di jalanan, menjaga agar situasi tetap kondusif. Ini bagian dari komitmen kami memberikan rasa aman bagi masyarakat,” tambahnya.
Dalam patroli yang melibatkan 27 personel dengan kendaraan roda dua dan empat tersebut, tim Perintis Presisi lebih dulu menggagalkan aksi balapan liar di kawasan Pondok Indah, tepatnya di persimpangan Jalan Sultan Iskandar Muda, Jakarta Selatan. Para pelaku balapan liar langsung dibubarkan, sementara kendaraan mereka diperiksa oleh petugas.
Tidak berhenti di sana, tim kemudian melanjutkan patroli ke wilayah Cipayung, Jakarta Timur, dan berhasil membubarkan rencana tawuran di Jalan Cilangkap. Polisi mengamankan tiga remaja beserta satu senjata tajam yang ditemukan di lokasi. “Ketiga remaja tersebut kami amankan dan kami lindungi agar tidak melakukan tawuran. Barang bukti dan para pelaku telah diserahkan ke Polsek Cipayung untuk pendalaman lebih lanjut,” jelas Ade Ary.
Patroli berlanjut hingga ke wilayah Jati Sampurna, Bekasi, di mana petugas kembali berhasil menggagalkan rencana tawuran lainnya. Dalam operasi tersebut, polisi mengamankan 12 orang bersama 11 barang bukti, termasuk senjata tajam jenis celurit dan cocor bebek.
Secara keseluruhan, sebanyak 15 remaja dengan rentang usia 13–25 tahun berhasil diamankan dalam patroli dini hari itu. Mereka kemudian dibawa ke kantor polisi terdekat untuk pembinaan dan proses hukum sesuai tingkat keterlibatannya.
Ade Ary juga menyampaikan imbauan agar para orang tua lebih memperhatikan aktivitas anak-anaknya, terutama pada malam hari. “Kapolda Metro Jaya berpesan pentingnya meningkatkan pelayanan, perlindungan, dan kecepatan respons terhadap laporan masyarakat. Upaya pencegahan dilakukan melalui edukasi, imbauan, patroli, hingga penegakan hukum,” ujarnya.
Keberhasilan ini menegaskan bahwa langkah preventif yang dilakukan Polda Metro Jaya bukan sekadar rutinitas, tetapi bentuk nyata komitmen menjaga keamanan warga Jakarta dan sekitarnya dari potensi aksi kekerasan di jalanan.
