Jakarta – Pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar, telah mendaftar dan menjalani pemeriksaan kesehatan di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Soebroto, Jakarta, pada Sabtu (21/10/2023) pagi.
Pemeriksaan mencakup aspek kesehatan jasmani, kesehatan jiwa, serta pengecekan terhadap penggunaan narkoba, dan terjadwal selama 8-10 jam.
Muhaimin tiba lebih dahulu di RSPAD Gatot Soebroto sekitar pukul 06.52. Beberapa menit kemudian, Anies tiba dan langsung menyapa wartawan yang sudah menunggu. Keduanya mengenakan kemeja putih dan celana panjang hitam. Mereka mengaku dalam keadaan bugar dan siap menjalani pemeriksaan kesehatan.
”Sudah siap. Saya sudah berpuasa dari tadi malam. Saya isi formulir semua yang tersedia. Secara khusus tidak ada yang dikhawatirkan,” ucap Muhaimin.
Anies juga menyatakan hal serupa. ”Saya puasa dari jam delapan malam,” ujar Anies kepada wartawan.
Enam komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU), yakni Hasyim Asy’ari, Mochammad Afifuddin, Parsadaan Harahap, Yulianto Sudrajat, Idham Holik, dan August Mellaz, turut menyambut Anies dan Muhaimin di depan gerbang Gedung Medical Check-up bersama para dokter pemeriksa dari RSPAD Gatot Soebroto.
Menurut Ketua KPU Hasyim Asy’ari, pemeriksaan kesehatan ini untuk memastikan bahwa bakal pasangan capres dan cawapres sehat secara jasmani dan rohani untuk memimpin negeri ini hingga akhir periode. Hal ini juga tertuang dalam Peraturan KPU Nomor 19 Tahun 2023 tentang Pencalonan Presiden dan Wakil Presiden.
Ia mengatakan, tim dokter RSPAD Gatot Soebroto telah menyiapkan protokol pemeriksaan kesehatan menyeluruh untuk para bakal capres-cawapres. ”Jadi, urutan (pemeriksaan) pertama sampai terakhir, serta durasi waktunya sudah ditentukan oleh tim pemeriksa dari RSPAD Gatot Subroto,” ujar Hasyim.
Libatkan 50 dokter Untuk Periksa Para Capres dan Cawapres
Kepala RSPAD Gatot Subroto Letnan Jenderal Albertus Budi Sulistya mengatakan, sebanyak 50 dokter secara khusus ditugaskan untuk memeriksa bakal capres-cawapres guna memenuhi syarat Pemilihan Presiden 2024. Pemeriksaan meliputi kesehatan jasmani, jiwa, dan narkoba. Tim dokter yang dilibatkan berasal dari berbagai kolegium-kolegium spesialis.
Seluruh pemeriksaan mengikuti regulasi dan ketentuan dari KPU. Adapun pemeriksaan tersebut membutuhkan waktu 8-10 jam, bergantung pada proses pemeriksaan dan kondisi fisik masing-masing capres-cawapres.
”Pemeriksaan ini intinya supaya bisa melaksanakan undang-undang, yaitu bakal capres dan cawapres itu sehat jasmani dan rohani,” kata Budi.
Budi menegaskan, penyelenggaraan pemeriksaan dengan prinsip profesionalisme, imparsialitas independensi, dan amanah. ”Tiga hal tersebut yang kami tekankan di RSPAD Gatot Soebroto,” ujarnya.
Harus independen dan imparsial Untuk Memastikan Kesehatan Capres dan Cawapres
Secara terpisah, Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) mengingatkan proses pemeriksaan kesehatan bakal capres-cawapres harus independen dan imparsial. Ketua Umum PB IDI Moh Adib Khumaidi mengatakan, pelaksanaan pemeriksaan kesehatan itu memperhatikan prinsip persyaratan obyektif-ilmiah yang berlandaskan ilmu kedokteran berbasis bukti. Hal ini agar nisa menyatakan bahwa bakal capres dan cawapres sehat secara fisik. Maka, bisa mengemban tugas dan kewajiban sebagai presiden dan wakil presiden.
Anggota Dewan Pertimbangan PB IDI, Zubairi Djoerban, menambahkan, tim pemeriksa harus terdiri dari dokter spesialis yang kompeten dan berintegritas tinggi dalam profesinya. Harus Menyatakan bahwa tatus kesehatan capres dan cawapres dari tim medis profesional dan imparsial.
”Status kesehatan yang dibutuhkan presiden dan wakil presiden dalam menjalankan tugasnya tidak harus bebas dari penyakit atau kecacatan, melainkan setidaknya mereka harus dapat melakukan kegiatan fisik sehari-hari secara mandiri tanpa hambatan yang bermakna. Dan mereka juga tidak memiliki penyakit yang akan mengakibatkan kehilangan kemampuan fisik dalam lima tahun ke depan,” kata Zubairi, yang juga mantan Ketua Tim Pemeriksa Capres dan Cawapres Pilpres 2014.
